Injil Maria Magdalena/The Gospel of Mary Magdalene

(Papirus Berolinensis Gnosticus [BG] 8502.1)[1]
1. (halaman 1-6 hilang)
2. Hakikat materi
(1) “… Akankah materi dihancurkan atau tidak?”
(2) Sang Penyelamat berkata, “Segala yang kodrati, segala yang dibentuk, segala ciptaan, ada di dalam dan bersama dengan yang lainnya. (3) Dan semuanya itu akan lenyap kembali ke akarnya sendiri. (4) Kodrat materi lenyap ke dalam akar kodratinya. (5) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”3. Hakikat dosa dan kebajikan
(1) Maka Petrus berkata kepadanya, “Engkau sudah menjelaskan segala sesuatunya kepada kami. (2) Katakan juga , apa dosa dunia ini?” (3) Sang Penyelamat menjawab, “Tidak ada sesuatu yang disebut dosa, (4) tetapi kamulah yang menciptakan dosa pada waktu kamu melakukan perzinahan, dan perzinahan inilah yang disebut dosa. (5) Karena alasan itulah, Kebajikan telah datang di antaramu, telah datang kepada setiap hal kodrati, (6) supaya memulihkan kodrat kembali ke akarnya.” (7) Lalu dia melanjutkan, “Itulah sebabnya mengapa kamu menjadi sakit dan mati, (8) sebab [kamu mengasihi] apa [yang memperdaya kamu]. (9) Barangsiapa memiliki pengertian, hendaklah dia memahami. (10) Materi menimbulkan penderitaan tanpa bentuk, karena penderitaan itu datang dari apa yang bertentangan dengan kodrat. (11) Maka kekacauan yang mengganggu terjadi pada seluruh tubuh. (12) Itulah sebabnya aku katakan kepadamu, Jadilah bajik dan pemberani. (13) Dan jikalau kamu kehilangan keberanian, hendaklah kamu tetap berani di tengah-tengah adanya aneka bentuk kodrati. (14) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”

4. Perpisahan dengan sang Penyelamat
(1) Ketika Dia yang Diberkati telah mengatakan hal-hal ini, dia menyalami mereka dan berkata, “Damai bagimu!” (2) “Terimalah damai dariku dalam dirimu!”(3)“Hati-hatilah (4) supaya tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan mengatakan, ’Lihat dia ada di sini’ atau ‘Lihat dia ada di sana.’ (5) Sebab sang Anak Manusia ada di dalam kamu. (6) Ikutilah dia. (7) Orang-orang yang mencarinya, akan mendapatkannya.” (8) “Maka pergilah, beritakan Injil tentang kerajaan. (9)Janganlah membuat aturan-aturan apa pun selain apa yang aku telah berikan kepadamu, (10) dan juga janganlah menegakkan hukum seperti yang diperbuat pemberi hukum, sebab jika tidak demikian kamu akan diikat olehnya.” (11) Setelah dia mengatakan hal-hal ini, dia pun pergi meninggalkan mereka. [Lihat juga Papyrus Oxyrhynchus 3525].[2]

5. Maria menghibur murid-murid lainnya [Lihat juga P. Oxy 3525]
(1) Murid-murid sangat tertekan, menangis sangat sedih, dan berkata, (2) “Bagaimana kita dapat pergi ke dunia bangsa-bangsa lain dan memberitakan Injil tentang kerajaan sang Anak Manusia? (3) Jika mereka tidak menyayangkannya, bagaimana kita juga akan disayangkan?” (4) Maka Maria pun bangkit berdiri. Dia menyalami semua murid lainnya, dan berkata kepada saudara-saudaranya itu, (5) “Jangan menangis, jangan berduka dan jangan ragu, (6) sebab kasih karunianya akan menyertai kamu semua dan akan melindungi kamu. (7) Tetapi, mari kita puji keagungannya, (8) sebab dia telah mempersiapkan kita dan membuat kita menjadi manusia-manusia sejati.” (9) Ketika Maria mengatakan hal-hal ini, dia berhasil menenangkan hati mereka. (10) Maka mulailah mereka memperdebatkan ucapan-ucapan sang [Penyelamat] sendiri.

6. Petrus meminta Maria mengajar [Lihat juga P. Oxy 3525]
(1) Petrus berkata kepada Maria, “Saudaraku, kita tahu sang Penyelamat mengasihi engkau lebih dari dia mengasihi semua perempuan lain (bdk. Injil Filipus 29, 49). (2) Katakanlah kepada kami kata-kata sang Penyelamat yang engkau ingat, hal-hal yang kamu ketahui yang tidak kami ketahui sebab kami belum mendengarnya.” (3) Maria menjawab, “Aku akan mengatakan kepada kalian hal-hal yang tersembunyi bagi kalian.” (4) Maka mulailah Maria mengatakan kata-kata ini kepada mereka.

7. Penglihatan dan pikiran
(1) Dia berkata, “Aku melihat Tuhan dalam suatu penglihatan (2) dan aku berkata kepadanya, ‘Tuhan, aku telah melihatmu hari ini dalam suatu penglihatan.’” (3) Dia menjawabku, “Diberkatilah kamu, sebab kamu tidak ragu waktu melihat aku! (4) Sebab di mana ada pikiran, di situ harta berada.” (5) Aku berkata kepadanya, “Guru, bagaimanakah seseorang itu melihat sebuah penglihatan, apakah dengan jiwanya ataukah dengan rohnya?” [untuk 7:1-5, lihat juga P. Oxy 3525] (6) Sang Penyelamat menjawab, “Seseorang tidak melihat dengan jiwanya atau pun dengan rohnya. (7) Pikiran, yang ada di antara keduanya, itulah yang melihat penglihatan …”

8. (halaman 11-14 hilang)

9. Naiknya jiwa [BG 8502]
(1) “ … nya.” (2) Dan Hasrat berkata, “Aku tidak melihat engkau turun, namun sekarang aku melihat engkau naik. (3) Mengapa engkau berdusta, sebab engkau kepunyaanku?” (4) Jiwa pun menjawab, “Aku telah melihat engkau, tetapi engkau tidak melihat atau mengenal aku. (5) Bagimu aku hanyalah sepotong pakaian, (6) dan kamu tidak mengenal aku.” (7) Setelah jiwa mengatakan hal ini, dia pun pergi dengan kesukaan besar. (8) Jiwa pun mendekati Kuasa ketiga, yang disebut “Ketidaktahuan”. (9) Kuasa ini bertanya kepada jiwa, “Kemana engkau hendak pergi? (10) Engkau diikat oleh kefasikan, (11) sesungguhnya engkau diikat, (12) karena itu janganlah menghakimi!” (13) Dan jiwa berkata, “Mengapa kamu menghakimi aku, sebab aku sendiri tidak menghakimi? (14) Aku diikat, tetapi aku tidak mengikat apa pun. (15) Mereka tidak mengenal aku, tetapi aku tahu bahwa dunia ini harus dilenyapkan, yakni hal-hal duniawi maupun hal-hal surgawi.” (16) Pada waktu jiwa telah mengalahkan Kuasa yang ketiga, dia pun naik dan melihat Kuasa keempat. (17) Kuasa ini memiliki tujuh bentuk:

(18) Bentuk yang pertama adalah kegelapan,
(19) yang kedua Hasrat
(20) yang ketiga ketidaktahuan
(21) yang keempat keinginan yang membawa maut
(22) yang kelima kerajaan kedagingan
(23) yang keenam hikmat kedagingan yang bodoh
(24) yang ketujuh hikmat orang yang marah.

(25) Inilah semua Kuasa-kuasa Kemurkaan.
(26) Mereka menyelidiki jiwa, “Dari mana kamu datang, hai pembunuh manusia, dan mau kemana kamu, hai penakluk kerajaan-kerajaan?” (27) Jiwa menjawab dan berkata, “Apa yang mengikat aku telah dibunuh, dan apa yang mengitari aku telah dihancurkan, dan hasratku telah diakhiri, dan ketidaktahuan pun telah mati. (28) Di dalam suatu dunia, aku telah dibebaskan dari suatu dunia lainnya, dan di dalam suatu gambar aku telah dibebaskan dari suatu gambar surgawi, dan dari rangkaian kealpaan yang sementara. (29) Sejak sekarang, aku akan beristirahat, melalui perjalanan waktu zaman ini, dalam kebisuan” [mulai 9:29 sampai selesai (10:15), lihat juga Papyrus Rylands 463].[3] (30) Setelah Maria mengatakan semua hal ini, dia pun berdiam diri, (31) sebab sang Penyelamat telah berbicara kepadanya hanya sampai di situ.

10. Murid-murid berselisih paham atas pengajaran Maria
(1) Andreas menanggapi dan berkata kepada saudara-saudaranya, “Katakanlah apa yang kalian pikirkan tentang apa yang dia [Maria] telah katakan, (2) tetapi aku tidak percaya kalau sang Penyelamat telah mengatakan hal-hal ini, sebab sesungguhnya ajaran-ajaran ini adalah gagasan-gagasan yang aneh.” (3) Petrus menanggapi dengan keprihatinan yang serupa. Dia bertanya kepada murid-murid lainnya tentang sang Penyelamat, “Apakah betul kalau dia berbicara kepada seorang perempuan secara pribadi tanpa sepengetahuan kita? (4) Apakah kita semua harus berpaling kepadanya dan mendengarkannya? Apakah dia memang lebih memilihnya daripada memilih kita?” (5) Maka Maria pun menangis dan berkata kepada Petrus, “Saudaraku Petrus, apa yang engkau sedang pikirkan? (6) Apakah engkau beranggapan bahwa aku telah mengada-ada atau bahwa aku berdusta tentang sang Penyelamat?” (7) Lewi menjawab, katanya kepada Petrus, “Petrus, engkau selalu saja marah. (8) Sekarang aku lihat engkau berbantahan dengan perempuan ini, sepertinya dia itu seorang musuh. (9) Jika sang Penyelamat memandangnya layak, siapa engkau sampai harus menolaknya? (10) Sesungguhnya sang Penyelamat mengenalnya dengan baik. Itulah sebabnya dia telah mengasihinya lebih dari dia mengasihi kita. (11) Karena itu, kita haruslah merasa malu. Kita harus berpakaian dengan pakaian Kemanusiaan yang sempurna, kita harus mendapatkannya bagi diri kita seperti telah diperintahnya. (12) Dan kita harus memberitakan Injil, (13) dan tidak membuat aturan atau hukum apa pun selain yang telah dinyatakan oleh sang Penyelamat.” (14) Setelah [Lewi mengatakan] hal-hal ini, maka mereka pun keluar untuk mengajar dan berkhotbah.

(15) [In]jil menurut Maria

[1] Injil Maria Magdalena ditulis pada akhir abad kedua M. Bahan kodeks papirus Berolinensis Gnosticus (BG) 8502.1 berasal dari abad 5; kodeks ini dibeli di Kairo oleh Carl Reinhardt lalu dibawa ke Berlin pada tahun 1896. Edisi cetak pertama Injil Maria dalam terjemahan Jerman muncul tahun 1955.
[2] Fragmen dalam bahasa Yunani abad 3; diterbitkan tahun 1983 oleh P.J. Parsons.
[3] Dokumen abad 3, dalam bahasa Yunani, ditemukan di Mesir tahun 1917, diterbitkan tahun 1938 oleh C.H. Roberts; kini disimpan di Rylands Library di Manchester, Inggris.

About these ads