Latest Entries »


QS. Al-Mu’minuun ayat 20 dalam Tafsir Jalalyn, Al-Misbah, Al-Azhar, Al-Qur’an Al-Azhim (Ibnu Katsir), dan The Message of Qur’an (Muhammad Asad Leopold Weiss)

“Dan (Kami tumbuhkan) pohon kayu (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.” –#Quran Surah #AlMukminun (#OrangOrangBeriman): 20

Hasil gambar untuk OLIVE TREE SINAI

Tafsir Jalalayn:

(Dan) Kami tumbuhkan pula (pohon kayu yang asal tumbuhnya dari Thursina) dapat dibaca Sina dan Saina dengan tidak menerima Tanwin karena menjadi ‘Alamiyah, artinya nama sebuah bukit. Jika tidak menerima tanwin karena Illat Ta’nits, maka berarti nama suatu lembah (yang menghasilkan) dapat dibaca Tunbitu dan Tanbutu (minyak) bila menurut bacaan Tunbitu maka huruf Ba dianggap huruf Zaidah, bila menurut bacaan yang kedua yaitu Tanbutu maka huruf Ba dianggap sebagai huruf Ta’diyah yang menggandengkan Fi’il dengan Maf’ul; pohon yang dimaksud adalah pohon Zaitun (dan sebagai penyedap bagi orang-orang yang makan) lafal ini di’athafkan kepada lafal Bid Duhni, sehingga dibaca Wa Shibghin Lil Aakiliina. Artinya, sebagai penyedap suapan yang dicelupkan kepadanya kemudian dimakan, yang dimaksud adalah minyak Zaitun tersebut.

Tafsir al-Misbah (Muhammad Quraish Shihab)

Ayat ini menunjukkan bahwa pohon zaitun termasuk salah satu karunia Allah yang sangat besar yang disebut dalam beberapa ayat sebelum dan sesudah ayat ini. Hal itu adalah karena zaitun merupakan jenis pohon kayu yang berumur ratusan tahun. Manusia tidak perlu bersusah payah menanamnya, tetapi dapat memetik buahnya untuk masa yang sangat panjang. Kelebihan pohon zaitun lainnya adalah warnanya yang selalu hijau dan indah.

Selain itu, penelitian mutakhir membuktikan bahwa zaitun merupakan bahan makanan yang sangat baik yang mengandung kadar protein cukup tinggi. Zaitun juga mengandung zat garam, zat besi dan fosforus yang merupakan bahan makanan terpenting bagi manusia. Lebih dari itu, zaitun mengandung vitamin A dan B. Dari buah zaitun dapat dihasilkan minyak yang pada umumnya juga digunakan sebagai bahan makanan

Sementara, dari segi kesehatan, penelitian terkini membuktikan bahwa zaitun bermanfaat untuk alat pencernaan pada umumnya, terutama hati. Mutu minyak zaitun juga melebihi minyak-minyak lainnya, baik minyak nabati maupun minyak hewani, karena tidak mempunyai efek yang dapat menimbulkan penyakit pada peredaran dan pembuluh darah arteri seperti yang terdapat pada jenis minyak lainnya. Zaitun juga dapat digunakan sebagai bahan penghalus kulit, di samping kegunaan-kegunaan industri lain seperti industri pembuatan sabun di mana zaitun merupakan salah satu bahan campuran terbaik.

Tafsir Al-Azhar (Buya HAMKA)

Hasil gambar untuk OLIVE TREE SINAI

Di antaranya ialah semacam kayu yang tumbuh di bukit-bukit Thursina, ataupun di bukit-bukit lain yang sama tanah dan udaranya dengan yang di gunung Thursina itu, seperti pegunungan-pegunungan sekitar Palestina, tanah Syam, bukit-bukit Libanon, kayu itu bernama kayu Zaitun. Minyak zaitun terkenal karena dapat diperguna­kan untuk menyalakan lampu atau untuk mengilatkan papan pendinding rumah ataupun untuk campuran bumbu makanan. Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim (Ibnu Katsir) Firman Allah Swt.: {وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْنَاءَ} dan pohon kayu yang keluar dari Tursina (pohon zaitun). (Al Mu’minun: 20) Yang dimaksud adalah pohon zaitun, sedangkan tur artinya bukit. Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya bukit dinamakan tur bila padanya terdapat pohon-pohonan; tetapi jika tidak ada pohon-pohonan, maka disebut bukit atau gunung, bukan tur. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Tursina alias Tur Sinin adalah nama bukit yang padanya Musa diajak bicara langsung oleh Allah Swt. begitu pula semua bukit yang ada di sekitarnya yang padanya terdapat pohon zaitun. Firman Allah Swt.: {تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ} yang menghasilkan minyak. (Al Mu’minun: 20) Sebagian ulama mengatakan bahwa huruf ba yang ada dalan lafaz ayat ini adalah zaidah, bentuk aslinya ialah tanbutudduhna (tanpa memakai ba). Seperti halnya yang terdapat di dalam ucapan orang-orang Arab, “Alqa Fulanun Biyadihi,” artinya si Fulan memukulkan tangannya, yakni yadahu (tanpa memakai ba). Sedangkan menurut pendapat ulama yang mengatakan bahwa ia mengandung fi’il yang tidak disebutkan, maka bentuk lengkapnya ialah yang menghasilkan minyak atau yang dapat menghasilkan minyak. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: {وَصِبْغٍ لِلآكِلِينَ} dan pelezat makanan bagi orang-orang yang makan. (Al Mu’minun: 20) Yakni dapat dijadikan lauk pauk, menurut Qatadah.

Dengan kata lain, buah zaitun itu mengandung manfaat; darinya dapat dihasilkan minyak dan juga dapat dijadikan pelezat makanan. Seperti yang dikatakan oleh Imam Ahmad, bahwa: حَدَّثَنَا وَكِيع، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى، عَنْ عَطَاءٍ الشَّامِيِّ، عَنْ أَبِي أسَيْد -وَاسْمُهُ مَالِكُ بْنُ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيُّ الْأَنْصَارِيِّ-قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ؛ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ” telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Isa, dari Ata Asy-Syami dari Abu Usaid yang nama aslinya Malik ibnu Rabi’ah As-Sa’idi Al-Ansari r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Makanlah minyak zaitun dan jadikanlah sebagai minyak, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati. Abdur Rahman ibnu Humaid mengatakan di dalam kitab musnad dan kitab tafsirnya:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَر، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “ائْتَدِمُوا بِالزَّيْتِ وَادَّهِنُوا بِهِ، فَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ”.

telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Umar, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Jadikanlah zaitun sebagai lauk pauk dan berminyaklah dengannya, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati. Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Abdur Razzaq. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini tidak dikenal melainkan hanya melaluinya, sedangkan dia (Mudtarib) dalam periwayatannya adakalanya menyebut Umar dalam sanadnya, adakalanya tidak menyebutkannya. Abul Qasim At-Tabrani mengatakan telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, telah menceritakan kepadaku As-Sa’b ibnu Hakim ibnu Syarik ibnu Namilah, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan bahwa ia bertamu kepada Umar ibnul Khattab r.a. di malam ‘Asyura. Maka Umar menjamunya dengan masakan kepala unta yang sudah dingin dan juga minyak zaitun. Lalu Umar berkata, “Inilah minyak yang diberkati yang telah disebutkan di dalam firman Allah kepada Nabi-Nya.”

The Message of Qur’an (Muhammad Asad Leopold Weiss)

I.e., the olive-tree, native to the lands around the eastern Mediterranean, where so many pre-Quranic prophets (here symbolized – because of its sacred associations – by Mount Sinai) lived and preached.

Hasil gambar untuk OLIVE TREE SINAI
Advertisements

Daftar Nabi
Menurut bahasa, nabi berasal dari kata نبأ و أنبأ yang berarti أخبر (mengabarkan). Jadi nabi adalah yang memberitakan dari Allah SWT dan ia diberi kabar dari sisiNya. Atau juga berasal dari kata نبا yang berarti علا و ارتفع (tinggi dan naik). Maka nabi adalah makhluk yang termulia dan tertinggi derajat atau kedudukannya.
Sedangkan menurut istilah, nabi ialah seorang laki-laki yang diberi kabar (wahyu) oleh Allah SWT berupa syari’at yang dahulu (sebelumnya), ia mengajarkan kepada orang-orang di sekitarnya dari umatnya (penganut syari’at ini).
Adapun rasul secara bahasa ialah orang yang mengikuti berita-berita orang yang mengutusnya; diambil dari ungkapan جاءت الإبل رسلا (unta itu datang secara beriringan). Rasul adalah nama bagi risalah atau bagi yang diutus.
Menurut istilah, rasul ialah seorang laki-laki merdeka yang diberi wahyu oleh Allah dengan membawa syari’at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada umatnya, baik orang yang tidak ia kenal maupun yang memusuhinya.[1]
Dalam situs sarapanpagi.org, Nabi, bahasa Ibrani נָבִיא – NAVI’, nun – beyt – yod – alef, berasal dari akar kata yang berarti mengalir seperti mata air. Jadi bermakna memberi keterangan, mengabarkan. Kata Ibrani inilah yang paling sering digunakan untuk nabi. Melalui nabi alkitabiah, Allah mengaktualkan rencana-Nya dalam hal keselamatan dan menyatakan firman-Nya sambil mempengaruhi masa kini dan memberitahukan (kadang-kadang) masa depan. Kata-kata lain yang digunakan dengan makna mirip nabi, di antaranya.
הָרֹאֶה – HARO’EH berasal dari kata רָאָה – RA’AH (baca: raa – aa) yang berarti melihat, jadi הראה – HARO’EH diterjemahkan dengan pelihat (BIS menerjemahkannya dengan petenung). Demikian Nabi Samuel menyatakan dirinya sebagai הָרֹאֶה – HARO’EH dalam 1 Samuel 9:19, dan disebut הָרֹאֶה – HARO’EH dalam 1 Tawarikh 9:22, 26:28, dan 29:29. Kata חֹזֵה – KHOZEH adalah bentuk aktif partisip dari חָזָה – KHAZAH[/color], melihat, memandang, menatap, jadi tidak jauh berbeda dengan kata [url=http://cf.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=H07200&Version=kjv] הָרֹאֶה – HARO’EH
Sedangkan “prophet” ‘prophet’; Yunani προφητης – prophêtês’). Kata ini berasal dari kata kerja φημι – phêmi’, “bicara” dan προ – pro, “sebelum”, gabungan kata ini bermakna “sebagai ganti….”, “di muka” atau “secara umum”; sehingga kata προφητης – prophêtês’ dapat bermakna “juru bicara”, orang yang diutus dan diilhami oleh Allah untuk menyatakan sesuatu yang tersembunyi, mengungkapkan suatu nubuat, menyatakan pikiran dan kehendak ilahi, dan juga untuk meramalkan masa depan.
A. Islam
Nabi SAW bersabda, “ Jumlah para nabi adalah 124.000orang, 315 di antara mereka adalah rasul. Banyak sekali.”
-H.R. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam al-Misykah
1. Dalam Al-Qur’an
a. Status jelas sebagai Nabi
1) Adam (25 kali)
2) Al-Yasa’ atau Ilyasa’ (2 kali: 6:86 dan 38:48)
3) Ayyub (4 kali: 4:163, 6:84, 21:83, 38:41)
4) Dawud (16 kali)
5) Dzul-Kifl (2 kali: 21:85, 38:48)
6) Harun (24 kali) putera Imran
7) Hud (25 kali)
8) Ibrahim (69 kali) putera Azar
9) Isma’il (12 kali) putera Nabi Ibrahim dan Hajar
10) Ilyas (6:85, 37:123 dan Ilyasiin 37:130)
11) Ishaq (17 kali) putera Nabi Ibrahim dan Sarah
12) Isa (25 kali: ‘Al-Masih'(11 kali), dan Ibn Maryam (23 kali).
13) Idris (19:56, 21:85)
14) Luth (27 kali) keponakan Nabi Ibrahim
15) Musa (136 kali) putera Imran
16) Muhammad (5 kali: 3:144, 33:40, 47:2, 48:29 dan Ahmad 61:6) putera Abdullah bin Abdul Muthallib dan Aminah bint Wahb
17) Nuh (43 kali)
18) Shalih (9 kali)
19) Sulayman (17 kali) putera Nabi Dawud
20) Syu’aib (10 kali)
21) Yahya (5 times) putera Nabi Zakariyya
22) Ya’qub (16 kali) Isra’il juga disebut sekitar 43 kali, putera Nabi Ishaq
23) Yusuf (27 kali) putera Nabi Ya’qub
24) Yunus (4:163, 6:86, 10:98, 37:139) putera Matta
25) Zakariyya (7 kali) keluarga Maryam
b. Status kenabian diperselisihkan namun mayoritas ulama menganggapnya seorang Nabi
26) Uzayr (9:30)[2]
c. Status kenabian diperselisihkan
27) Anak-anak Ya’qub juga ada yang menganggapnya nabi
28) Dzul-Qarnain[3]
29) Hawa, Sarah, ibunya Musa, Hajar, Asiyah, dan Maryam[4]
30) Imran, ayah atau leluhur Maryam ibu Nabi Isa al-Masih
31) Luqman[5]
2. Dalam Hadits-hadits Nabi yang merujuk kepada ayat-ayat al-Qur’an
32) Al-Khidir[6]
33) Yusya’ bin Nun[7]
3. Dalam Literatur Islam lain seperti tafsir al-Qur’an
34) Armiya’ (Yirmeyah/Yeremia)[8]
35) Daniyal[9]
36) Hanzhalah ibn Shafwan[10]
37) Hizqiyal[11]
38) Husya’ (Hosea)[12]
39) Jarjis[13]
40) Khalid ibn Sinan al-‘Abasi[14]
41) Sadiq, Saduq, dan Syalum[15]
42) Sam bin Nuh
43) Shamwil (Samuel)[16]
44) Syam’un al-Ghazi (Simson orang Gaza)[17]
45) Syam’un (Simon Petrus), Yuhanna (Yohanes), dan Bulus (Paulus)[18]
46) Sya’ya (Yesya’yahu/Yesaya)[19]
47) Syits bin Adam[20]
4. Tambahan Tradisi Hadramaut
48) Hadun putera Nabi Hud[21]
5. Tambahan dalam Literatur Ahmadiyah[22]
49) Mirza Ghulam Ahmad[23]
50) Krishna atau Kanhaya
51) Buddha Gautama dari Kapilavastu
52) Zarathushtra atau Zoroaster
6. Tambahan dalam Tradisi Druz[24]
53) Sabalan[25]
[1] Tim Ahli Tauhid, Kitab Tauhid 2, terjemahan: Agus Hasan Bashori, (Jakarta: Darul Haq, 1998), cet. I, hlm. 83-84.
[2] Ibnu Abbas mengatakan, “Saya tidak tahu apakah dia adalah seorang nabi atau bukan”, Ibnu Katsir mengatakan “Yang masyhur, Uzair adalah seorang nabi dari nabi-nabi bani isra’il. Beliau hidup di antara zaman Dawud-Sulaiman dan zaman Zakariyya-Yahya.”lihat al-Bidayah wa al-Nihayah II/51 dan ii/54
[3] Menurut Fatawa Nurun ‘ala al-Darbi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjawab bahwa pendapat yang lebih kuat adalah bahwa Dzulqarnain itu Nabi. Menurut Imam Baqir, ia bukan nabi melainkan hamba yang shalih yang dicintai Allah SWT. Menurut Maulana Muhammad Ali dalam buku “Islamologi: Para Nabi”, Ia dikatakan sebagai Darius I nabi yang juga seorang raja dibangkitkan di Persia. Al-Fakhr al-Razi dalam tafsirnya mengatakan bahwa dzulqarnain seorang nabi. Al-Tsalabi dan Umar bin al-khattab menganggapnya sebagai malaikat. Sufyan bin Uyainah menganggapnya bukan nabi ataupun malaikat. Dalam buku Sejarah Otentik Zulqarnain: Panglima, Penakluk, dan Raja yang Shalih karya Muhammad Khair Ramadan Yusuf yang memaparkan bantahan Allamah al-Qasimi yang menolak dalil-dalil yang dikemukakan oleh al-Razi mengenai kenabian Dzulqarnain dan pendapat Imam al-Suhaili yang membantah bahwa Dzulqarnain adalah malaikat
[4] Menurut Abu al-Hasan al-Asy’ari dalam Fath al-Bari 6/447. Menurut pendapat al-Qurthubi, Abul Hasan al-Asy’ari, dan Ibnu Hazm dalam al-Fashl fi al-Milal wa al-Nihal (2/60. Lihat semua pendapat dalam Fath al-Bari’ jilid VI h. 447-448 karya Ibnu Hajar, namun menurut al-Qadhi Iyyadh menukil bahwa jumhur ulama sepakat bahwa tidak ada nabi perempuan, bahkan dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhazab, Imam al-Nawawi mengatakan bahwa maryam bukan nabitidaklah sekedar pendapat mayoritas ulama, namun telah sampai kepada ijma’. Dan Hasan al-Bashridi dalam Fath al-Bari’ jilid VI h. 471 mengatakan bahwa tidak ada nabi dari kalangan perempuan dan dari kalangan jin.
[5] Maulana Muhammad Ali dari Ahmadiyah Lahore mengatakan bahwa ia Nabi dari Etiopia, Nabi yang sezaman dengan nabi Musa yang pada umumnya disebut dengan Hidir, dibangkitkan di Sudan. (Lihat buku Islamologi: Para Nabi). Imam Abu Ishaq al-Tsalabi berkata, “Ulama sepakat bahwa luqman al-Hakim adalah orang bijak dan bukan Nabi. Adapun Ikrimah , ia mengatakan bahwa Luqman seorang Nabi. Hanya ia sendiri yang mengemukakan hal itu (lihat Syarh Shahih Muslim, Nawai, II/503). Qatadah mengatakan bahwa ia orang yang paham agama dan bukan seorang nabi (lihat Fath al-Bari’, Ibnu Hajar al-Asqalani, VI/537)
[6] Kaum Batiniyah atau Sufi menganggap bahwa ia seorang Wali bukan nabi tapi kaum zhahiri menganggap bahwa ia Nabi. Lihat Syaikh Mahmud al-Murakibi, Masih Hidupkah Khidir? Mengungkap Hakekat Ilmu Zhahir dan batin Jakarta: Pustaka al-Kautsar.
[7] Lihat hadits-hadits tentang pertemuan dengan Nabi Khidir dan hadits tertahannya matahari
[8] Lihat tafsir al-Qurthubi, vol. 3, h. 188 dan tafsir al-Qummi, vol 1, h. 117
[9] Lihat Qishash al-Anbiya’ dan al-Bidayah wa al-Nihayah karya Ibnu Katsir dan tarikh Thabari
[10] Lihat Qishash al-Anbiya’ karya Ibnu Katsir
[11] Lihat Qishash al-Anbiya’ karya Ibnu Katsir
[12] Lihat karya-karya ulama seperti Ibnu Ishaq dan lihat “Holy Qur’an: text, translation, and Commentary” oleh Abdullah Yusuf Ali
[13] Lihat Tarikh al-Thabari 2/186
[14] Terdapat hadis mursal dari Ibnu Abbas, dikatakan bahwa kenabiannya bukan saat di bumi namun saat di alam Barzakh. Lihat Ibnu Katsir dalam al-Bidayah Ibnu Hajar dalam al-Ishabah, Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat. Haditsnya lemah menurut fatawaislamiyah.com. Dikatakan bahwa ia nabi keturunan Isma’il, hidup di antara Nabi Isa dan nabi Muhammad, akan tetapi hal itu bertentangan dengan hadits nabi yang shahih mengatakan bahwa tidak ada nabi antara nabi Isa dan Nabi Muhammad
[15] Ibnu Ishaq telah mengatakan berdasarkan riwayat yang sampai kepada Ibnu Abbas, Ka’b al-Ahbar, dan Wahb ibn Munabbih bahwa negeri dalam QS. Yaa Siin ayat 13 adalah negeri Antiokhia (Antakyah, Turki sekarang), dan meriwayatkan nama-nama tersebut. Begitupula dengan Buraidah ibn al- Khasib, Ikrimah, Qatadah, dan al-Zuhri mengatakan bahwa negeri itu Antiokhia. Lihat tafsir ibnu Katsir.
[16] Dalam tafsir Ibnu Katsir mengenai QS. al-Baqarah ayat 246:Ibnu Katsir berkata, “tentang siapakah nama nabi itu, ada uda pendapat ulama. Ada yang mengatakan Syamn’un, ada yang mengatakan Shamwil” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir I/665). Dalam Qashash al-Anbiya’ h. 447: Mayoritas ahli tafsir mengatakan, “Nabi dari Bani Isra’il yang disebut dalam kisah itu adalah Samuel,. Ada yang mengatakan Syam’un. Ada yang mengatakan, dua nama itu sama orangnya. Ada yang mengatakan, itu nabi Yusya’, dan ini pendapat yang jauh.
[17] Terdapat dalam kitab Durrat al-Nashihin karya Utsman al-Khaubawi mengenai kisah Lailat al-Qadr (Malam Kemuliaan), namun kitab ini banyak mendapat kiritikan, kitab ini disinyalir oleh banyak orang bahwa di dalamnya banyak mengandung hadits-hadits lemah dan palsu dan juga hikayat-hikayat yang tak mempunyai keterangan yang jelas menurut Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam M ajmu’ Fatwanya.
[18] Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Wahb ibn Sulaiman, dari Syu’aib al-Jiba’i menyebutkan nama-nama itu dan negeri mereka adalah Antiokhia. Lihat Tafsir Ibnu Katsir.
[19] Lihat tafsir Ibnu Katsir
[20] Lihat komentar Qadhi’ Iyadh dalam kitab Tuhfat al-Ahwadzi, dan Tarikh al-Thabari. Ada juga hadits dari Ibnu Hibban: “Ada empat nabi dari bangsa Suryani yaitu Adam, Syits, Akhnukh yaitu Idris yang pertama menulis pena, dan Nuh. Empat rasul dari bangsa Arab, yaitu Hud, Syu’aib, Shalih, dan nabimu: Muhammad”. Ada hadits dari Syi’ah, “Allah swt menurunkan 104 kitab, 50 shahifahnya diturunkan kepada nabi Syits as, 30 shahifahnya kepada nabi idris as, 20 shahifahnya kepada nabi ibrahim as. (Lihat muhammad bin Ali, Syaikh Shaduq, al-Khishal, Riset dan edit oleh Ali Akbar Ghaffari jilid II h. 524, Daftar Nasyr islami, Cet. I, Qum, 1362 S)
[23] Menurut Jemaat Ahmadiyah Qadiyan ia Nabi Ghayru Tasyri’ (Nabi tanpa Syariat)
[24] Lihat Origins of The Druze people
[25] beberapa menaganggapnya sebagai Zebulon putera Nabi Ya’qub, selain konsep “Tujuh Nabi Besar” yakni Adam, Ibrahim, Musa, Isa (isa ibn Yusuf), Muhammad, dan Muhammad ibn Isma’il. Nabi Syu’aib sebagai nabi yang besar, kemudian Isma’il, Harun, tokoh-tokof filsuf Yunani dianggap setara dengan nabi yakni Plotinus, Plato, Pythagoras, Akhenaten, Idris yang dianggap sebagai Akhnokh, Imhotep ataupun Hermes.
—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
B. Yudaisme/ Agama Yahudi
1. Dalam daftar RASHI
48 Nabi:
1. Abram/Abraham/Avram/Avracham/Avraham/Ibrahim
2. Isaac/Yitzhak/Yitshaq/Ishaq
3. Jacob/Yaakov/Ya’qov/Ya’qub
4. Moses/Moshe/Mosheh/Musa
5. Aaron/Acharon/Aharon/Harun
6. Joshua/Yehoshua/Yusya’
7. Phineas/Fin’as
9. Eli
10. Samuel /Shmuel/Shemu’el
11. Gad
12. Nathan/Natan
13. David/Dawid/Dawud
14. Solomon/Shlomo/Shelomoh/Sulaiman
15. Iddo
17. Obaja/Ovadyah
21. Jahaziel the Levite/Yachazi’el
23. Hosea/Hoshea
24. Amos/Amosh
25. Mikha the Morashtite or Mikhah [מיכה]
26. Amoz
27. Elijah/Eliyyahu/Ilyas
28. Elisha/Elishah/Ilyasa’
30. Yesaya/Yesyayahu
31. Joel/Yo’el
32. Nahum/Nachum
33. Habakkuk/Habaquq
34. Zefanya/Tsefania
35. Urijah/Uriyah
36. Jeremiah/Yeremiyah
37. Ezekiel/Yekhezq’el
38. Shemaiah/Shemayah
39. Baruch/Barukh
40. Neriah/Neriyah
41. Seraiah/Serayah
43. Haggai [חגי]
44. Zechariah Zekharia [זכריה]
45. Malachi or Malakhi [מלאכי]
Dalam Talmud (Megillah 14a) dikatakan bahwa para nabi berjumlah dua kali lebih banyak daripada Bani Israel yang keluar dari Mesir di zaman Nabi Musa (2,600,000), akan tetapi hanya mereka yang memiliki risalah untuk generasi masa depan yang dicatat. Jumlahnya ada 48 nabi dan 7 nabiah. Rashi (Megillah 3a) mengatakan bahwa Daniel bukan nabi dan harus diganti oleh Shemaia, yang memberitahukan Rehavam untuk tidak berperang dengan Yeravam dan kerajaan utara. Rabbein Hananel dan Vilna Gaon memulai dari Moshe (Musa) dan menambahkan anak-anak Korach.
Menurut Rashi ada dua nabi lagi yang dia tidak ketahui namanya berdasarkan Bilangan pasal 47 dan 48
47. Oded
48. Hanani/Chanani
7 Nabiah
1. Miriam/Miryam bente Amram/Imran
2. Sarah, isteri Nabi Avracham/Ibrahim
3. Deborah/Dvorah, isteri Lapidot
4. Hannah, isteri Elkanah, orang tua Nabi Samuel
5. Avigayil/Abigail, isteri Nabi David/Dawud
6. Huldah bente. Isteri Syalum ben Tikva ben Kharkhas
7. Ester/Esther (Hadassah) bente Avihail, isteri Ahashveros/Ahasuerus
2. Berdasarkan Seder Olam (“Tatanan Dunia”) yang dikutip oleh Vilna Gaon yaitu
1. Eisan ben Zerach ben Yehuyadah
2. Asir ben Korach
3. Elkanah ben Korach
4. Avi’asaf ben Korach
5. Yehoshua ben Nun
6. Pinchas ben Acharon
7. Elkanah
8. Shmuel
9. Gad haChozeh
10. Nasan
11. David
12. Heiman ben Yo’el ben Shmuel
13. Yedusun
14. Asaf
15. Achiyah ha’Shiloni
16. Yedo ha’Chozeh
17. Shemayah
18. Michayhu ben Yimlah
19. Ovadyah
20. Chanani bapa Yehu
21. Yehu ben Chanani
22. Oded
23. Azaryahu ben Oded
24. Yachzi’el ben Zecharyahu
25. Eliezer ben Dodavahu
26. Amos
27. Zecharyah ben Yehoyadah
28. Hoshe’a
29. Yeshayah
30. Michah orang Moresyet
31. Amotz bapa Yeshayah
32. Eliyyahu
33. Elisha
34. Yonah
35. Yo’el
36. Nachum
37. Chavakuk
38. Uriyahu ben Shemayahu dari Kiryat Ye’arim
39. Tzefanyah
40. Yirmeyah
41. Yechezkel
42. Baruch ben Neriyah
43. Sarayah ben Neriyah
44. Dani’el
45. Chagai
46. Zecharyah ben Berechyahu
47. Mal’achi
48. Mordechai (Bilshan)
3. Nabi-Nabi kaum Goyyim (Kafir/non-Yahudi) berdasarkan Vilna Gaon[1]
1. Be’or
2. Bil’am (Bileam)
3. Ayub
4. Elifaz sahabat Ayub
5. Bildad orang Syuah, sahabat Ayub
6. Zofar orang Naama, sahabat Ayub
7. Elihu bin Barakhel, sahabat Ayub
C. Samaria
1) Adam
2) Shut/Set
3) Inosh/Enos
4) Qinaan/Kenan
5) Maahllelel/Mahalaleel
6) Yaaraad/Yared
7) Ihnok/Henokh
8) Mehtooshaala/Metusalah
9) Lemek/Lamekh
10) Naah/Nuh
11) Shehm/Sem
12) Arfakshaad/Arpakhsad
13) Shaala/Selah
14) Ehbaar/Eber
15) Faalag/Peleg
16) Reh’oo/Rehu
17) Shaaroge/Serug
18) Na’or/Nahor
19) Taaraah/Terah/Azar
20) Abrahm/Ibrahim
21) Yesaahq/Ishaq
22) Yaaqob/Ya’qub
23) Yoosef/Yusuf
24) Libee/Lewi
25) Qat/Kehat
26) ‘Aamraam/Imran bapa Nabi Musa
27) Mooshe/Musa
28) Ahrron/Harun
29) Ildaad/Eldad
30) Moodaad/Medad
31) Maaryaam/Miryam
32) Ye’oosha bin Nonne/Yusya’ bin Nun
33) Keelab bin Yefannee/Kaleb bin Yefune
34) Marqeh, hidup abad ke-4 Masehi
35) “Taheb”, Nabi seperti Musa
[1] Ronald H. Isaacs, Messengers of God: A Jewish Prophets Who’s who, h. 85-87
——————————————————————————————————————————————
D. Kekristenan
1. Daftar dari sabda.org
Daftar ini menunjukkan bahwa Abraham adalah nabi pertama sama seperti daftar Yahudi
1) Agabus.
2) Ahia
3) Amos.
4) Daud.
5) Anak-anak perempuan Filipus. Kis 21:9
6) Azarya bin Oded
7) Daniel.
9) Debora
10) Elia.
11) Elisa.
12) Gad.
13) Habakuk.
14) Hagai.
15) Hanani. 2Taw 16:7
16) Hana.
17) Harun.
18) Henokh. Kej 5:21-24; Yud 1:14
19) Hosea.
20) Hulda.
22) Maleakhi.
23) Mikha
24) Mikha bin Yimla. 1Raj 22:7,8
25) Miryam.
26) Musa.
27) Nahum.
28) Natan.
29) Nuh.
30) Obaja
31) Oded. 2Taw 28:9
32) Paulus. 1Tim 1:1; 4:1
33) Petrus. 2Pet 1:1; 2:1,2
34) Samuel. 1Sam 3:20
36) Seorang nabi dari Yehuda. 1Raj 13:1
37) Seorang nabi yang disuruh kepada Eli. 1Sam 2:27
38) Seorang nabi yang disuruh kepada Israel. Hak 6:8
39) Yakub. Kej 49:1
40) Yedutun. 2Taw 35:15
41) Yehezkiel.
42) Yehu bin Hanani. 1Raj 16:1,7,12
43) Yeremia.
44) Yesaya
45) Yoel
46) Yohanes Patmos. Wahy 1:1
47) Yunus.
48) Zadok. 2Sam 15:27
49) Zakharia bin Ido. Ezr 5:1; Za 1:1
50) Zakharia, ayah Yohanes. Luk 1:67
51) Zefanya.
1. Daftar dari Jack Wellman Pastor Mulvane Brethren Church di Mulvane Kansas
1) Abel/habel bin Adam
2) Abraham
3) Amos
4) Anna/Hana binti Fanuel
5) Daniel
6) David/Daud
7) Deborah/Debora
8) Elijah/Elia
9) Elisha/Elisa
10) Enoh/Henokh
11) Ezekiel/Yehezkiel
12) Habakkuk/Habakuk
13) Haggai/Hagai
14) Hosea
15) Hulda
16) Isaiah/Yesaya
17) Jeremiah/Yeremia
18) Jeus/Yesus
19) Joel/Yoel
20) john the Baptist/Yohanes Pembaptis
21) Yohanes Patmos kitab Wahyu
22) Jonah/Yunus
23) Malachi/Maleakhi
24) Micah/Mikha
25) Miriam/Miryam
26) Moses/Musa
27) Nahum
28) Nathan
29) Samuel
30) Saul/Saulus/Paulu/Paulus dan 31) Barnabas
32) Simeon
33) Zechariah/Zakharia
34) Zephaniah/Zefanya
1. Tambahan Katolik Roma
1) Columba dari Iona/ Colm Cille (521-597)
2) Malachy (Máel Máedóc Ula Morgair) (1094-1148)
2. Tambahan dalam Ordo Fransiskan Gereja Katolik Roma
3) Padre Pio (1887-1968)
3. Tambahan dalam Anabaptis
1) Jan Matthys (sekitar 1500-1534 )
4. Tambahan dalam Gereja Adventist
4) Nabiah Ellen G. White
5. Daftar Saksi Yehuwa
Kenabian dimulai dari Adam sampai Agabus zaman Para Rasul Kristen
i. Aaron (Harun)
ii. Abraham
iii. Adam
iv. Agabus
v. Ahijah (Ahia)
vi. Amos
vii. Azariah
viii. Balaam (Bileam)
ix. Daniel
x. Eliezer (bin Dodavahu)
xi. Elijah (Elia/Ilyas)
xii. Elisha (Elisa/Ilyasa)
xiii. Enoch (Henokh)
xiv. Ezekiel (Yehezkiel)
xv. Gad
xvi. Habakkuk (Habakuk)
xvii. Haggai (Hagai)
xviii. Hanani
xix. Hosea
xx. Iddo (Ido)
xxi. Isaiah (Yesaya)
xxii. Jahaziel (Yahaziela)
xxiii. Jehu (Yehu bin Hanani)
xxiv. Jeremiah (Yeremia)
xxv. Jesus Christ (Yesus Kristus)
xxvi. Joel (Yoel)
xxvii. John the Baptizer (Yohanes Pembaptis/Yahya
xxviii. Jonah (Yunus)
xxix. Malachi (Maleakhi)
xxx. Micah (Mikha)
xxxi. Micaiah (Mikhaya)
xxxii. Moses (Musa)
xxxiii. Nahum
xxxiv. Nathan
xxxv. Obadiah (Obaja)
xxxvi. Oded (Yehuda)
xxxvii. Oded (Samaria)
xxxviii. Samuel
xxxix. Simeon (Perjanjian Baru)
xl. Urijah (Uria)
xli. Zechariah (Zakharia bapa Yohanes Pembaptis)
xlii. Zechariah (Zakharia bin Barachiah/Berekhya) (Mt 23:35)
xliii. Zechariah (Zakharia bin Berechiah/Berekhya) (Zakh 1:1)
xliv. Zechariah (Zakharia bin Jehoiada/Yoyada) (2Ch 24:20-22): it-2 1223
xlv. Zephaniah (Zefanya)
b. Daftar dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir alias Mormonisme[1]
1) Daftar Nabi Perjanjian Lama
· Adam
· Seth/Set
· Enos
· Cainen/Kenan
· Mahalaleel
· Jared/Yared
· Enoch/Henokh
· Methuselah
· Lamech bapa Nabi Nuh
· Noah/Nuh
· Shem/Sem
· Melchizedek/Melkisedek[2]
· Abraham
· Isaac/Ishak
· Jacob/Yakub
· Joseph/Yusuf
· Ephraim/Efraim putera Nabi Yusuf
· Elias or Esaias A&P 84:11-13, A&P 110:12
· Jeremy yang bukan Jeremiah A&P 84:11-13, A&P 110:12
· Elihu A&P 84:8-9
· Moses/Musa
· Joshua/Yosua/Yusya’
· Balaam/Bileam
· Samuel
· Nathan/Natan
· Gad
· Ahijah/Ahia
· Jahaziel/Yahaziel
· Elijah/Elia/Ilyas
· Elisha/Elisa/Ilyasa
· Job/Ayub
· Joel
· Jonah/Yunus
· Amos
· Hosea/Hoshea
· Isaiah
· Oded
· Micah/Mikha
· Nahum
· Zephaniah/Zefanya
· Jeremiah/Yeremia
· Habakkuk/Habakuk
· Obadiah/Obaja
· Ezekiel/Yehezkiel
· Daniel
· Zechariah/Zakharia
· Haggai/Hagai
· Ezra
· Nehemiah
· Malachi/Maleakhi
2) Nabi-nabi yang hilang dalam sejarah, kitab suci menyebutnya namun kisahnya tidak dicatat dalam perjanjian Lama
· Enoh/Henokh
· Ezias Helaman 8:20
· Iddo/Ido
· Jehu/Yehu bin Hanani
· Nathan/Natan
· Shemaiah/Semaya
3) Daftar Nabi Perjanjian Baru
· John the Baptist/Yohanes Pembaptis
· Simon Peter/Simon Petrus
· John son of Zebedee/Yakobus bin Zebedeus
· John son of Zebedee/Yohanes bin Zebedeus
· Andrew/Andreas
· Philip/Filipus
· Bartholomew/Bartolomeus atau Nathanael/Natanael
· Matthew/Matius
· Thomas
· James son of Alphaeus/Yakobus bin Alfeus
· Jude/Judas/Yudas saudara Yakobusbin Alfeus atau Labbaeus Thaddaeus/Libeus Tadeus
· Simon orang Zelot atau Simon orang Kana
· Yudas Iskariot
· Matthias/Matias
· Barnabas
· Saul/Saulus atau lebih dikenal dengan sebutan Paul/Paulus
· Agabus
· Silas
4) Daftar Nabi Kitab Mormon
· Nabi kaum Nefi:
Lehi, Nephi/Nefi bin Lehi, Jacob/Yakub bin Lehi, Enos bin Jacob, Raja Mosiah bin Raja Benyamin, Raja Benyamin bin Raja Mosiah, Abinadi, Alma yang tua, Alma yang muda, helaman bin Alma Yang Muda, Nephi/nefi bin Helaman, Nephi bin Nephi bin Helaman, Mormon, Moroni bin Mormon
· Nabi Kaum Yared
Saudara Yared yakni Mahonri Moriancumr, Ether
· Nabi kaum Laman
Samuel orang Laman
5) Ada 16 nabi dalam dispensasi terakhir
  1. 1830-1844 Joseph Smith
  2. 1847-1877 Brigham Young
  3. 1880-1887 John Taylor
  4. 1887-1898 Wilford Woodruff
  5. 1898-1901 Lorenzo Snow
  6. 1901-1918 Joseph F. Smith
  7. 1918-1945 Heber J. Grant
  8. 1945-1951 George Albert Smith
  9. 1951-1970 David O. McKay
  10. 1970-1972 Joseph Fielding Smith
  11. 1972-1973 Harold B. Lee
  12. 1973-1985 Spencer W. Kimball
  13. 1985-1994 Ezra Taft Benson
  14. 1994-1995 Howard W. Hunter
  15. 1995-2008 Gordon B. Hinckley
  16. 2008-sekarang Thomas S. Monson
6) Berdasarkan situs Wikipedia.org
· Dalam lempengan-lempengan Nephi: Lehi, Nephi, Jacob, Enos, Jarom bin Enos, Omni bin Jarom, Amaron bin Omni, Chemish bin Omni, Abinadom bin Chemish,Amaleki bin Abinadom
· Dalam lempengan-lempengan Mormon dan Moroni: Raja Benjamin, Raja Mosia, Ammon?, Abinadi, Alma yang Tua, Alma Yang Muda; Putera-putera Mosia? Yakni Aaron, Ammon, Omner, Himni; Amulek, Zeezrom?, Helaman, Shiblon, Helaman II, Nephi/Nefi, Lehi, Samuel orang Laman; Murid-murid Kristus: Nephy, Timothy, Nephi bin Nephi sang murid, Jonas bin Nephi, Mathoni, Kumen, Kumenonhi, jeremiah, Shemnon, Jonas, Zedekiah, Isaiah; Amos, Amos II, Ammaron, Mormon, dan Moroni bin Mormon.
· Dalam lempengan-lempengan Ether: Mahonri Moriancumer , Ether
[2] Ia dan Shem kemungkinan orang yang sama (lihat thoughto.com)
———————————————————————————————————————————————————
D. Agama Mandaea (Shabi’in)
Ada 360 nabi[1] menurut keyakinan kaum Mandaea diantaranya adalah:
i. Adam
ii. Hibil (Habil)
iii. Šyitil bin Adam (Set atau Syits),
iv. Anuš cucu Adam,
v. Nuh,
vi. Sam (Shem)
vii. Ram bin Sam (Aram)
E. Agama Yezidi[2]
  1. Adam (Kitab al-jilwa dan Mishefa Resh)
2) Nuh (Mishefa Resh)
3) Enosh? (Mishefa Resh)
4) Sulaiman (Mishefa Resh)
5) Yunus (Mishefa Resh)
6) Nabiah Hassiah (Mishefa Resh)
7) Isa
8) Muhammad (Mishefa Resh)
F. Agama Baha’i
Disebut “Manifestasi Allah”, berikut daftarnya[3] [4]
1) Adam
2) Idris (Henokh/Hermes Trismegistus)
3) Nuh
4) Hud
5) Shalih
6) Zarathustra (Zartosht)
7) Krishna
8) Ibrahim
9) Isma’il
10) Ishaq
11) Ya’qub
12) Yusuf
13) Luth
14) Ayyub
15) Syu’aib
16) Harun
17) Musa
18) Buddha
19) Sulaiman
20) Uzair
21) Ilyas
22) Ilyasa’/Al-Yasa’
23) Yunus
24) Dzulkifli
25) Daniyal
26) Zakariyya
27) Yahya
28) Isa
29) Muhammad
30) Bab (Mirza Ali Muhammad Shirazi) (1819-1850)
31) Baha’ullah (Mirza husain Ali Nuri) (1817-1892)
G. Agama Mazda Yasna/Zoroastrianisme
Hanya ada seorang vakhsvar[5] yang disamakan dengan nabi yakni Zarathusthra putera Poroushashpa Spitama dan Dughdova.
H. Agama Konghuchu
Sheng Ren (聖 人) adalah istilah nabi dalam Agama Khonghucu. Walaupun istilah “nabi” ini hanya dijumpai di Indonesia. Dalam Agama Khonghucu setidaknya dikenal ada banyak nabi, mulai dari Fu Xi sampai Nabi Kong Zi[6]
1) Fu Xi 伏 羲 (2953 – 2838 s.M.).
2) Nu Wa 女媧 (Sejaman Fu Xi).
3) Shen Nong 神 農 (2838 – 2698 s.M.).
4) Huang Di 黃 帝 / Oey Tee (2698 – 2598 s.M.).
5) Permaisuri Huang Di, Lei Zu 嫘 祖 (sejaman dengan Huang Di).
6) Cang Jie 蒼頡.
7) Jiang Yuan 姜 嫄.
8) Yao 堯 / Giau (2357 – 2255 s.M.).
9) Shun 舜 (2255 – 2205 s.M.).
10) Hou Ji 后稷.
11) Gao Yao皋 陶 (Sejaman dengan Raja Yao).
12) Xia Yu 夏 禹 atau Yu Agung.
13) Xie 契.
14) Yi 益 (abad 23 / 22 s.M.).
15) Yi Yin伊 尹 (abad 17 s.M.).
16) Shang Tang 商 湯 / Cheng Tang 成 湯 (1783 – 1753 s.M).
17) Nabi Lai Zu 莱 朱, Peng Zhu atau Zhong Hui 仲 虺.
18) Wat / Yue 說 (abad 14/13 SM).
19) Gong Liu 公劉.
20) Bo Yi 伯 夷dan Shu Qi 叔 齊 (abad ke 12 s.M.).
21) Tai Jiang 太姜.
22) Tai Ren 太 任.
23) Wen Wang 文 王 atau Nabi Ji Chang 姬 昌.
24) Nabi Jiang Ji Ya 姜子牙, Lu Shang 尚 atau Tai Gong Wang 太公望.
25) Zhou Gong 周 公 / Pangeran Zhou.
26) Liu Xia Hui 柳 下 惠.
27) Yan Zheng Zai 顏 徵 在 (abad ke 6 s.M.).
28) Kong Zi 孔 子 (551 s.M. – 479 s.M.).
[1] 360 tarmidia (murid). Lihat Edmundo Lupieri, The Mandaeans: The Last Gnostics
(diakses pada tanggal 23 Juli 2017)
[4] Lihat http:en.wikipedia.org/wiki/Manifestation… (diakses pada tanggal 23 Juli 2017)
[5] Lihat definisinya dalam The Nativist Prophets of Early Islamic Iran: Rural Revolt and Local Zoroastrianism oleh Patricia Crones

Bismillahirrahmanirrahim

Hasil gambar untuk eight

Assalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

Berikut fakta angka 8 dari berbagai sumber yang kami coba rangkum: Tanggal 8 Juli, adalah hari lahir sang penulis (pemilik akun ini Galih AdiRangga Saputra)

  1. Dianggap sebagai angka keberuntungan dalam budaya Tiongkok karena kedengarannya seperti kata yang berarti untuk menghasilkan kekayaan (發(T) 发 (S); Pinyin: FA). Properti dengan jumlah 8 sangat dihargai di Tiongkok. Misalnya, plat nomor Hong Kong dengan jumlah 8 digit dijual untuk $ 640.000. Upacara pembukaan Olimpiade di Beijing dimulai pada puku 08.08.08 (waktu setempat) pada tanggal 8 Agustus 2008.
    Hasil gambar untuk eight in Mandarin ba
  2. Delapan (八 hachi, ya?) juga dianggap sebagai angka keberuntungan di Jepang, tapi alasannya berbeda dari budaya Tiongkok. Delapan memberikan gambaran tentang tumbuh makmur, karena huruf itu (八) memperluas secara bertahap. Angka delapan (や ya?) sebagai nomor suci di zaman Jepang kuno. Alasannya adalah kurang dipahami dengan baik, tetapi diduga bahwa hal itu berkaitan dengan fakta bahwa mereka menggunakan angka delapan untuk mengekspresikan jumlah besar samar-samar seperti berlipat ganda (や え は た え Yae Hatae?) (harfiah, delapan kali lipat dan dua puluh kali), banyak awan (や く もYakumo?) (harfiah, delapan awan), jutaan dan jutaan Dewa (や お よ ろ ず の か み Yaoyorozu no Kami?) (harfiah, delapan jutaan Dewa), dll
    Hasil gambar untuk eight in Japanese
  3. Jika menurut primbon Indonesia angka 8 justru punya arti sebaliknya, angka 8: angka yang janggal dan sukar.
  4. Dalam numerologi , angka 8 adalah angka bangunan , dan dalam beberapa teori , juga angka kerusakan .
  5. Delapan adalah salah satu dari 3 bilangan yang bila ditulis terbalik tapi bentuknya tetap sama. Angka yang lain adalah 0 dan 1.
  6. Hanya ada delapan arah mata angin yang berlaku universal, yang terdiri dari Utara, Selatan, Barat, Timur, Tenggara, Timur laut, Barat daya, Barat laut

Dalam astrologi ,

  1. Scorpio adalah tanda astrologi 8 dari Zodiac .
  2. Pada Abad Pertengahan , 8 adalah angka bintang ” tak bergerak ” di langit , dan melambangkan kesempurnaan energi planet yang masuk .

Musik

  1. Ada delapan not dalam skala oktatonis . Hanya ada delapan tangga nada yang berlaku universal (do, re, mi, fa, so, la, si, do)

Kesehatan

  1. Pakar kesehatan berujar minum air putih minimal 8 gelas setiap hari adalah anjuran yang ideal untuk agar terhindar dari dehidrasi, dan membantu metabolisme tubuh.
  2. Ada delapan jenis vitamin B sangat berperan penting dalam metabolisme tubuh.

Biologi, Kesehatan

  1. Delapan kaki hanya dimiliki oleh laba-laba, kalajengking, dan gurita. Tentu bisa kurang/lebih dari 8 jika mereka mengalami rekayasa genetik atau cedera.
  2. Pada usia kehamilan 8 bulan, janin tumbuh dengan sanat aktif, terutama pada otaknya. Karenanya, untuk memaksimalkan pertumbuhan otak, sangat disarakan untuk ibu mengkonsumsi suplemen dan makanan bergizi, terutama yang mengandung omega. Janin akan tumbuh setidaknya satu kilo sebelum akhir periode ini. Bentuk badan janin yang semaking besar membuatnya tidak leluasa bergerak, karenanya pada masa 8 bulan, janin cenderung untuk lebih tenang. Paru-paru janin masih berkembang, tetapi seluruh badan dan organ sudah tumbuh dengan maksimal. Mata janin sudah berfungsi, membuatnya dapat melihat fokus dan bahkan berkedip. Ibu bahkan bisa mengenali kapan si janin tidur dan bangun. Ari-ari (plasenta) Janin dibalut dengan cairan seperti gelatin, jadi walaupun ia bergerak, ari-arinya tidak akan membelit. Ukuran janin pada periode ini sekitar 12 inci dan beratnya mencapai sekita 2.5 kg. 3. Banyak sekali tanda kehamilan 8 bulan yang dirasakan ibu. Beberapa keluhan yang dirasakan ibu pasa masa ini adalah kelelahan, sembelit, sakit punggung, cairan yg keluar dari kelenjar sus, gusi berdarah dan tekanan pada kandung kemih. Ibu juga akan mengalami payudara yang membengkak, kram kaki, sesak nafas, pembengkakan dan lain sebagainya. Sangat penting untuk ibu mengikuti senam atau bebrapa terapi untuk menangani rasa sakit dan mempersiapkan kehamilan pada kehamilan 8 bulan.
  3. Pada anak usia delapan tahun otak kiri bagian luarnya berkembang dengan pesat. Pelajaran matematika sudah boleh dijejali kepada mereka. Perhatiannya terhadap sekitarnya sudah mulai meluas. Mereka sudah menunjukan keinginan berkuasa dan mengendalikan keadaan. Mereka sudah pandai menetapkan prioritas, sudah mahir membuat langkah-langkah sistematis, dan sudah muncul ketrampilan mengorganisasi dirinya dan teman-temannya. Jika mereka brmain sepakbola mereka sudah pandai mengatur strategi. Bahkan jika menonton bola bersama bapaknya ditelevisi, mereka sudah bisa menganalisa permainan dalam skala yang sederhana. Pelajaran computer sudah sangat berguna bagi mereka. Ciri-ciri perkembangan anak usia 8 tahun Fisik • Bergerak cepat, berkerja dengan tergesa-gesa • Penuh dengan energi • Perlu pelepasan energi secara fisik (kegiatan di luar ruangan) • Kadang sedikit aneh • Rentang kosentrasi terbatas • Memiliki pandagan dekat dan jauh sama kuat Sosial • Persifat sangat baik, penuh dengan humor • Suka berkerjasama • Sering “menggigit lebih dari yang bisa dikunyah” salah dalam memperkirakan kemampuan mereka. • Resisten (bertahan); membuat alasan dengan cepat ketika membuat kesalahan • Lebih suka kegiatan yang sama dengan teman sejenis • Bermasalah dengan atauran dan batasan-batasan • Kelompok pertemanan lebih banyak dari usia 7 Bahasa • Bicara aktif • Mendengarkan tapi penuh dengan gagasan sehingga tidak dapat selalu ingat apa yang telah dikatakannya • Melebih-lebihkan dalam bicara • Suka dalam menjelaskan gagasan • Perluasan kosa kata yang sangat cepat Kognisi • Suka kegiatan kelompok • Suka menghasilkan sesuatu • Sering berkerja dengan keras/kuat • Mulai mahir dalam ketrampilan dasar • Mulai merasakan kemampuan ketrampilannya. • Bertambah bagus dalam melakukan operasi kongkrit Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada orang tua ataupun gurunya sangat kritis. Mereka sudah memiliki kemandirian untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan dirinya.

Komputer dan teknologi

  1. Delapan adalah dasar sistem bilangan okta yang sangat terkait dengan komputer.
  2. Ada delapan bit dalam byte, (1 byte = 8 bits)
  3. Angka delapan ditulis dalam tanda kurung adalah kode untuk not musik di Windows Live MessengerDalam kebanyakan telpon, tombol 8 juga merupakan tombol T, U, dan V, akan tetapi pada BlackBerry adalah tombol untuk B, N, dan X.

Matematika

  1. Angka delapan sangat unik dalam matematika. Coba kita hitung penjumlahan dengan angka 8 berikut, dan hasilnya sungguh amazing: 1 x 8 + 1 = 9 12 x 8 + 2 = 98 123 x 8 + 3 = 987 1234 x 8 + 4 = 9876 12345 x 8 + 5 = 98765 123456 x 8 + 6 = 987654 1234567 x 8 + 7 = 9876543 12345678 x 8 + 8 = 98765432 123456789 x 8 + 9 = 987654321
  2. Menurut Penanggalan Jawa, yang dirombak dan disempurnakan oleh Sultan Agung, raja Kesultanan Mataram, satu windu terdiri dari delapan tahun dengan nama-tahun: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir.

Permainan/olah raga dan seni

  1. Dalam catur, setiap sisi memiliki delapan bidak, dan papan terbuat dari 64 kotak diatur dalam delapan dengan delapan kisi.
  2. Dalam bisbol scorekeeping , Fielder pusat ditetapkan sebagai nomor 8 .
  3. Dalam rugby , satu-satunya posisi tanpa nama yang tepat adalah Nomor 8 , posisi depan .
  4. Ada delapan puluh delapan (88) tombol pada piano.

Agama dan Mitologi

Hasil gambar untuk eight in arabic thamaniya
  1. Surah kedelapan dalam Al-Qur’an Al-Karim, kitab suci umat Islam adalah Surah Al-Anfal yang artinya “Rampasan Perang” Surah 8 (Al Anfal ) ayat 8 berbunyi: “agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.” Surah 8 (Al Anfal) ayat 88: “Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), Padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka Padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” Surah 88 (Al Ghaasyiyah):Menceritakan tentang hari pembalasan.
  2. Ada Delapan Bab al-Jannah (Pintu Surga) Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257) Pintu lainnya adalah pintu untuk orang-orang yang rajin mengerjakan shalat, pintu untuk yang rajin bersedekah, pintu untuk para mujahid. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027) Sedangkan pintu kelima adalah pintu Al-Ayman. Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan, ِ “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.” (HR. Bukhari no. 3340, 3361, 4712 dan Muslim no. 194) Nama pintu keenam adalah Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas (mudah menahan amarah dan memaafkan orang lain) terdapat dalam hadits dari Rawh bin ‘Ubadah, dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Al-Qadhi berkata, pintu-pintu surga lainnya disebutkan dalam hadits lain yaitu pintu taubat, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas, Pintu Ridha. Inilah jadinya ada tujuh pintu yang ada dalam berbagai hadits. Sedangkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab akan masuk melalui pintu Al-Ayman. Itulah pintu kedelapan.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 106-107) Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan, “Dalam hadits disebutkan ada empat pintu surga. Di awal-awal bab jihad sudah diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji, tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima. Adapun tiga pintu lainnya, ada di situ pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin ‘Ubadah dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” Ada juga pintu Al-Ayman (pintu ketujuh), yaitu pintu orang yang bertawakkal pada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Adapun pintu kedelapan adalah Pintu Dzikir sebagaimana yang diisyaratkan dalam riwayat Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah Pintu Ilmu. Wallahu a’lam.” (Fath Al-Bari, 7: 28)
  3. Bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah adalah bulan Sya’ban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bulan Sya’ban, ada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, banyak manusia yang melalaikannya. Saat itu amal manusia diangkat, maka aku suka jika amalku diangkat ketika aku sedang puasa.� (HR. An-Nasai, 1/322 dalam kitab Al-Amali. Status hadits: Hasan (baik). Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah No. 1898. Lihat juga Tamamul Minnah Hal. 412. Dar Ar Rayyah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah Taala menampakkan diri-Nya kepada hamba-Nya pada malam nishfu Sya�ban, maka Dia mengampuni bagi seluruh hamba-Nya, kecuali orang yang musyrik atau pendengki.� (Hadits ini Diriwayatkan oleh banyak sahabat nabi, satu sama lain saling menguatkan, yakni oleh Muadz bin Jabal, Abu Tsa�labah Al-Khusyani, Abdullah bin Amr, �Auf bin Malik, dan �Aisyah. Lihat Syaikh Al-Albani, As-Silsilah Ash Shahihah, 3/135, No. 1144. Darul Ma�arif. Juga kitab beliau Shahih Al-Jami� Ash Shaghir wa Ziyadatuhu, 2/785. Al-Maktab Al-Islami. Namun, dalam kitab Tahqiq Misykah Al-Mashabih, justru Syaikh Al-Albani mendhaifkan hadits ini, Lihat No. 1306, tetapi yang lebih kuat adalah shahih karena banyaknya jalur periwayatan yang saling menguatkan)
  4. Jumlah rakaat maksimal shalat dhuha adalah delapan rakaat. Pendapat ini dipilih oleh Madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Dalil yang digunakan madzhab ini adalah hadis Umi Hani’ radhiallaahu ‘anha, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahnya ketika fathu Mekah dan Beliau shalat delapan rakaat. (HR. Bukhari, no.1176 dan Muslim, no.719).
  5. Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) pengurus-pengurus zakat, (4) para muallaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekaan) budak, (6) orang yang berhutang, (7) untuk jalan Allah dan (8) orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” [At-Taubah: 60]
  6. Ada delapan Malaikat Hamalatul Arsy di Hari Akhir “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” [Qur’an Surah Al-Haaqah/69:17]
  7. Ada delapan puasa sunnah dalam Islam yakni, a. Puasa Senin Kamis. b. Puasa tiga hari tiap bulan. c. Puasa Nabi Daud (hari ini puasa, besok tidak, lusa puasa, besoknya lagi tidak dst) d. Puasa di bulan Sya’ban e. Puasa enam hari di bulan Syawwal f. Puasa di awal bulan Dzulhijjah g. Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah h. Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, sebelumnya dianjurkan berpuasa tasu’a pada tanggal 9 Muharram, atau berpuasa tanggal 10 diikuti puasa pada tanggal 11 Muharram, atau berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
  8. Imam kedelapan dari Syi’ah Imamiyah duabelas adalah Ali bin Musa al-Ridha adalah putra Imam Ketujuh yang lahir pada tahun 148 Hijriah. Dalam Bahasa Persia, ia sering dipanggil dengan nama Imam Reza dan dijuluki dengan panggilan Abu al-Hasan. Ia hidup pada masa berkuasanya tiga orang Khalifah Bani Abbasiyah yaitu Harun al-Rasyid, al-Amin dan al-Ma’mun dan diangkat oleh al-Ma’mun menjadi putra mahkota kekhalifahan di mana hal ini menyebabkan pemberontakan dari keluarga Bani Abbasiyah lainnya terhadap al-Ma’mun.
  9. Khalifah kedelapan umat Islam adalah Mu’awiyah II putera Khalifah Yazid ibn Mu’awiyah ibn Abu Sufyan (November 683 – 684)
  10. Khalifah kedelapan Dinasti Umayyah adalah Umar II putera Abd al-Aziz ibn Marwan (September 717 – Februari 720)
  11. Khalifah kedelapan Dinasti Abbasiyah adalah Khalifah al-Mu’tashim Abu Ishaq Muhammad putera Khalifah Harun al-Rasyid (9 Agustus 833 – 5 Januari 842)
  12. Khalifah kedelapan Dinasti Fatimiyah adalah Al-Mustansir Billah (1036–1094)
  13. Khalifah kedelapan Dinasti Utsmaniyah adalah Osman II ( 26 Februari 1618 – 19 Mei 1622 )
  14. Syahansyah kedelapan Dinasti Shafawi adalah Sulaiman I (1 November 1666- 29 Juli 1694)
  15. Kaisar kedelapan Dinasti Mughal adalah Jahandar Syah Ma’az-ud-Din Jahandar Syah Bahadur (27 Februari 1712-11 Februari 1713)
    Hasil gambar untuk eight in hebrew numeral
  16. Ritual khitan Yahudi yang dikenal dengan istilah “brit milah” dilakukan pada bayi laki-laki berumur delapan hari. (Kej 17:12; Flp 3:5)
  17. Festival Kenisah atau Hanukkah atau juga sering disebut Penahbisan Bait Allah dirayakan di Yerusalem yang berlangsung selama delapan hari yang dimulai pada tanggal 25 Kislev dalam kalender Ibrani. Perayaan ini dirayakan bersamaan dengan masa Adven atau bahkan dengan hari raya Natal sehingga sering disebut secara keliru sebagai Natal Yahudi. Pesta ini dirayakan sebagai peringatan Yudas Makabe yang menyucikan dan membangun kembali Kenisah yang sudah dirusak oleh lawan mereka
  18. Shemini Atzeret (Ibrani: “Hari Kedelapan Persekutuan Khidmat”) adalah hari yang menutupi perayaan tujuh hari raya Sukkot (Hari Raya Pondok Daun).
  19. Dalam Alkitab, ada delapan orang yang selamat dari air bah pada zaman Nuh (1 Pet 3:20) dan mereka memulai generasi yang baru.
  20. Perayaan Shavuot atau Hari raya Pondok Daun (Tabernakel) berlangsung selama 7 hari, sesudah itu, pada hari kedelapan mereka harus mengadakan pertemuan kudus dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan (Im 23:36).
  21. Penderita kusta ditahirkan pada hari kedelapan untuk memulai kehidupan yang baru menurut Hukum Taurat menurut keyakinan Yahudi (Im 14:10, 23).
  22. Dalam Alkitab, pada penglihatan Yehezkiel tentang Bait Suci, imam mempersembahkan korban pada hari kedelapan (Yeh 43:27).
  23. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus bangkit pada hari kedelapan, atau hari Minggu. Daud adalah anak kedelapan dari Isai yang memulai suatu pemerintahan yang baru bagi Israel (1 Sam 16:10-11).
  24. Antikristus adalah raja kedelapan menurut Kitab Wahyu dalam Perjanjian Baru umat Kristen.
  25. Asta Siddhi adalah delapan ajaran kerohanian untuk tercapainya kesempurnaan hidup baik lahir maupun batin. Ajaran ini akan berguna sekali bagi umat Hindu. Kedelapan ajaran kerohanian dimaksud adalah : a. Dana artinya dermawan atau senang memberikan bantuan kepada orang yang memerlukan. b. Adnyana artinya rajin mempelajari ilmu spiritual atau ajaran kerohanian atau ajaran tentang ketuhanan. c. Sabda artinya dapat mendengar wahyu Tuhan. Kemampuan ini diperoleh setelah berhasil melalui berbagai tahapan Yoga, sehingga seolah-olah telah dapat menyatu dengan Tuhan. d. Tarka artinya dapat memisahkan kebahagiaan dan ketentraman dalam Samadhi. e. Adhyatmika Duhkha artinya dapat mengatasi segala macam gangguan pikiran yang tidak baik. f. Adidaiwika Duhkha artinya dapat mengatasi segala macam penyakit dan kesusahan yang berasal dari hal-hal yang bersifat gaib, termasuk black magic. g. Adibauktika Duhkha artinya dapat mengatasi segala kesusahan yang disebabkan oleh roh halus atau racun. h. Saurdha artinya kemampuan yang setingkat dengan Yogiswara yang telah mencapai kelepasan.
  26. Ada delapan sistem perkawinan dalam agama Hindu menurut kitab Dharmasastra: a. Brahma wiwaha, adalah pemberian anak wanita kepada seorang pria yang ahli weda dan berperilaku baik setelah menghormati yang diundang sendiri oleh ayah wanita (Manawa Dharmasastra III.27) b. Daiwa wiwaha, adalah pemeberian anak wanita kepada pendeta yang melaksanakan upacara atau yang telah berjasa (Manawa Dharmasastra III.28) c. Arsa wiwaha, adalah perkawinan yang dilakukan setelah wanita mengikuti aturan yakni menerima seekor atau dua pasang lembu dari pihak mempelai laki – laki (Manawa Dharmasastra III.29) d. Prajapati wiwaha, pemberian seorang anak setelah berpesan dengan mantra kamu berdua melaksanakan kewajibanmu bersama dan setelah menunjukkan penghormatan kepada pengantin pria (Manawa Dharmasastra III.30) e. Asura wiwaha, adalah bentuk perkawinan dimana setelah pengantin pria memberikan mas kawin sesuai dengan kemampuan dan didorong oleh keinginannya sendiri kepada si wanita dan ayahnya menerima wanita itu untuk dimiliki (Manawa Dharmasastra III.31) f. Gandharwa wiwaha, adalah bentuk perkawinan suka sama suka antara kedua mempelai (Manawa Dharmasastra III.32) g. Raksasa wiwaha, bentuk perkawinan dengan cara menculik wanita dengan kekerasan (Manawa Dharmasastra III.33) h. Paisaca wiwaha, adalah bentuk perkawinan dengan cara mencuri, memaksa dan membuat bingung atau mabuk (Manawa Dharmasastra III.34
  27. Asta Brata adalah Contoh Kepemimpinan Hindu yang terdapat dalam Itihasa Ramayana. Asta Brata ini merupakan, Delapan Tipe kepemimpinan yang merupakan Delapan Sifat Kemahakuasaan Tuhan. Ajaran ini diberikan Sri Rama kepada Wibhisana sebagai Raja Alengka Pura menggantikan kakaknya Rahwana. Bagian- bagian ajaran Asta Brata sebagai berikut: a Indra Brata = Artinya pemimpin hendaknya mengikuti sifat-sifat Dewa Indra sebagai dewa pemberi hujan, member kesejahtraan kepada rakyat. b. Yama Brata = Artinya pemimpin hendaknya mengikuti sifat-sifat Dewa Yama yaitu menciptakan hukum, menegakkan hukum dan memberikan hukuman secara adil kepada setiap orang yang bersalah. c. Surya Brata = Hendaknya pemimpin memberikan penerangan secara adil dan merata kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya serta selalu berbuat berhati-hati seperti matahari sangat berhati-hati dalam menyerap air. d. Candra Brata = Pemimpin hendaknya selalu dapat memperlihatkan wajah yang tenang dan berseri-seri sehingga masyarakat yang dipimpinnya merasa yakin akan kebesaran jiwa dari pemimpinnya. e. Bayu Brata = Pemimpin hendaknya selalu dapat mengetahui dan menyelidiki keadaan serta kehendak yang sebenarnya terutama keadaan masyarakat yang hidupnya paling menderita f. Kuwera Brata = Pemimpin hendaknya harus bijaksana mempergunakan dana atau uang serta selalu ada hasrat untuk mensejahtrakan masyarakat dan tidak menjadi pemboros yang akirnya dapat merugikan Negara dan Masyarakat. g. Baruna Brata =Pemimpin hendaknya dapat memberantas segala bentuk penyakit yang berkembang di masyarakat , seperti pengangguran, kenakalan remaja, pencurian dan pengacau keamanan Negara. h. Agni Brata = Pemimpin harus memiliki sifat-sifat selalu dapat memotivasi tumbuhnya sifat ksatria dan semangat yang berkobar dalam menundukkan musuh-musuhnya.
    Hasil gambar untuk eight in sanskrit numeral
  28. Ada delapan Wasu, delapan dewa yang mewakili unsur-unsur alam yang dipimpin oleh Dewa Indra. a. Dalam Brihadaranyaka, mereka adalah (1) Agni-Api, (2) Prithwi-Bumi, (3) Wayu-Angin, (4) Antariksha-Atmosfir, (5) Aditya-Abadi nama umum: Surya, (6) Dyaus-Langit (7) Chandra-Bulan, (8) Nakstrani-Bintang-bintang (kadang disebut Dhruwa-bintang kutub). Mereka berkata bahwa mereka dikutuk Resi Wasistha sehingga mereka harus lahir di bumi. b. Dalam Mahabharata, mereka adalah (1) Anala-Kehidupan (juga disebut Agni), (2) Dhara- Dukungan (3) Anila-Angin, (4) Aha- Meresapi (5) Pratyusa- Pra-fajar”, yaitu senja pagi, tetapi sering digunakan hanya berarti “cahaya” (6) Prabhasa- Bersinar fajar (7) Soma- Tanaman (8) Dhruwa- Bergerak/bintang kutub
  29. Dalam Rigveda, ada tujuh dewa putera Aditi a. Varuna b. Mitra c. Aryaman d. Bhaga e. Anśa or Aṃśa f. Dhatri g. Indra h. (Mārtanda) Āditya kedelapan (Mārtanda) ditolak oleh Aditi, sehingga meninggalkan hanya tujuh putera. Dalam Yajurveda (Taittirīya Samhita), jumlah mereka delapam, dan yang terakhir dipercaya menjadi Vivasvān.
  30. Simbol Buddha yakni Dharmacakra, adalah sebuah roda berjari-jari delapan yang menyimbolkan Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangika Magga). 29. Dalam Dhammacakkappavattana Sutta; Samyutta Nikaya 56.11 {S 5.420}, Guru Buddha mengajarkan Empat Kebenaran Ariya (Cattari Ariya Saccani) kepada Lima Bhikkhu Pertama (Panca Vaggiya Bhikkhu), yang di dalamnya terdapat Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha. Jalan itu disebut dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangiko Magga). Di dalam Jalan ini mengandung unsur sila (kemoralan), samadhi (konsentrasi), dan panna (kebijaksanaan)
  31. Dalam Buddha aliran Mahayana, cabang-cabang Delapan Jalan diwujudkan oleh Delapan Besar Bodhisattva: (Manjusri, Vajrapani, Avalokitesvara, Maitreya, Ksitigarbha, Nivaranavishkambhi, Akasagarbha, dan Samantabhadra)
  32. Secara umum, ‘delapan’ tampaknya menjadi nomor keberuntungan bagi umat Buddha, misalnya, ‘delapan simbol keberuntungan’ yakni: a. Dhug (The Parasol/Payung) Dhug adalah simbol dari martabat kerajaan dan perlidungan. Dikenal sebagai Chatrra dalam bahasa Sanskerta. Ini disimbolkan untuk menjaga makhluk dari bahaya seperti penyakit, kekuatan berbahaya dan hambatan-hambatan dan sebagainya. b. Ser-Nya (The Golden Fish/Ikan Emas) Gabungan dari dua Ser-Nya (Ikan Emas) menandakan inti dari pengetahuan dan kebijaksanaan, yang mana meningkatkan pemahaman tentang sifat sejati c. Bumpa (The Treasure Vase/Vas Harta) Bumpa mewakili bentuk tenggorokan Buddha. Dikatakan bahwa Bumpa diisi dengan nektar keabadian dan perhiasan berharga, sehingga Vah Harta ini yang tak habis-habisnya dianggap sangat suci. d. Padama (The Lotus/Teratai) Padma tumbuh di kolam lumpur tetapi tumbuh mekar sangat indah dengan harum aromatik walau ada partikel lumpur kecil di atasnya, ini melambangkan kemungkinan ysng dimiliki makhluk hidup untuk terbebas dari penderitaan dan menjadi seorang yang tersadarkan melalui terlahirnya di lumpur tersebut eperti terlahir di alam samsara. e. Dungkar Aykhil (The Right-coiled White Conch/ Keong putih yang melingkar ke kanan) Dungkar Aykhil, keong putih yang melingkar ke kanan digunakan sebagai terompet, lambang ketenaran, otoritas dan kedaulatan. Melambangkan Gigi Suci Buddha, dan suara melodi yang dihasilkan dari keong tersebut disimbolkan sebagai ajaran dharma, yang mana membangkitkan makhluk hidup dari ketidaktahuan (kebodohan) dan membujuk mereka menuju jalan perbuatan mulia yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lainnya. f. Palbheu (The Endless Knot/Simpul tak berujung) Palbheu adalah sebuah ilustrasi geometrik, yang mana melambangkan sifat realitas yang mana semua saling terkait dan hanya keberadaan karma dan akibatnya g. Gyaltshen (The Banner of Victory/Panji Kemenangan) Gyaltshen adalah sebuah simbol yang melambangkan kemenangan pencerahan Buddha dan kemenangan doktrin Buddha atas kematian, kebodohan dan semua negativitas di dunia yang fana ini. h. Chokey Khorlo (The Wheel of Dharma/ Roda Dharma) Chokey Khorlo dikenal sebagai Dharma Chakra dalam bahasa Sanskerta. Dikatakan bahwa Dewa Brahma mempersembahkan roda emas ini kepada Buddha dalam hal meminta Buddha memutar roda Dharma di dunia ini demi makhluk hidup.
  33. Dalam kitab Mahaparinibbana Sutta, Sang Buddha pada waktu itu kepada Ananda menjelaskan tentang sebab-sebab terjadinya gempa bumi. Waktu itu Ananda mendekati Sang Buddha lalu duduk pada tempat yang telah disediakan dan kemudian Ananda berkata kepada Sang Buddha : “Bhante, mengherankan dan sangat luar biasa, bumi bergetar begitu hebatnya dan sangat menakutkan. Apakah sebabnya dan alasannya sehingga bumi bergetar ? ”. Mohon kami diberikan penjelasan. Kemudian Sang Buddha berkata : “Ananda, ada delapan alasan sampai terjadinya gempa bumi yang dashyar itu. Apakah delapan sebab itu ? 1. Bumi yang luas ini terbentuk dari zat cair, zat cair terbentuk dari udara dan udara ada di angkasa. Apabila udara bertiup dengan dashyatnya maka zat cair ini menyebabkan bumi bergetar. Inilah sebab pertama timbulnya gempa bumi yang maha dashyat itu. 2. Demikian pula Ananda, apabila seorang pertapa atau brahmana yang memiliki kekuatan bathin yang maha besar, seseorang yang telah memperoleh kekuatan itu untuk mengendalikan pikiran, atau sesosok dewata yang maha kuasa, yang maha tahu mengembangkan pemusatan pikirannya, yang hebat pada unsur bumi ini, dan pada suatu tindakan yang tak terbatas pada unsur zat cair, ia juga dapat mengakibatkan bumi bergetar, goyah serta bergoyang. Inilah sebab yang kedua sampai timbulnya gempa bumi yang maha dashyat. 3. Ananda apabila Sang Boddhisatta turun dari alam Surga Tusita dan masuk melalui rahim(kandungan) seorang ibu dengan penuh kesadaran penuh dan pikiran terpusat. 4. Sang Boddhisatta keluar dari rahim ibunya dengan kesadaran dan pikiran terpusat. 5. Sang Tathagata memperoleh penerangan agung, penerangan agung, penerangan yang sempurna dan tiada bandingannya. 6. Sang Tathagata menggerakan roda Dhamma yang gilang gemilang. 7. Sang Tathagata mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya. 8. Apabila Sang Tathagata tiba saatnya parinibbana, dimana tiada tersisa suatu unsur keinginan, maka semuanya ini akan menyebabkan bumi yang besar ini bergetar, goyah, dan bergoncang. Inilah delapan sebab musabab bagi terjadinya gempa bumi.
  34. Dalam agama Konghucu, terdapat pengakuan Iman, diantranya ada delapan Pengakuan Iman, yaitu: Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Thian), Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De), Sepenuh Iman menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming), Sepenuh Iman Percaya Adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen) Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi), Sepenuh Iman mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi (Cheng Shun Mu Duo), Sepenuh Iman memuliakan Kitab Suci Si dan Wu Jing (Cheng Qin Jing Shu), Sepenuh Iman menempuh Jalan Suci (Cheng Xing Da Dao)
  35. Delapan Dewa atau dalam bahasa Mandarin disebut Ba Xian (Hanzi:八仙) berasal dari mitologi Taoisme, dan termasuk dewa dewi terkenal dalam kisah klasik Tionghoa. Mereka adalah simbol keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa. Masing-masing dewa mewakili 8 kondisi kehidupan : anak muda, lansia, kemiskinan, kekayaan, rakyat jelata, ningrat, pria dan wanita. Diceritakan bahwa sebagian besar dilahirkan pada zaman dinasti Tang dan dinasti Sung. Walaupun penjelasan mengenai mereka telah ada sejak dinasti Tang, namun pengelompokkan ke dalam kategori delapan dewa baru terjadi pada masa dinasti Ming. Ke delapan dewa tersebut adalah: Zhong Li Quan, Ia memiliki kipas dari daun palem yang dapat membangkitkan orang mati. Li Tie Guai, disimbolkan dengan botol labu dan tongkat besi. Sebentuk asap keluar dari ujung botolnya, melambangkan hun atau jiwanya, yang tidak berbentuk, atau berbentuk miniatur dirinya. Walaupun dikenal pemarah, Li sangat murah hati terhadap kaum miskin, orang sakit dan mereka yang membutuhkan pertolongan. Ia menolong mereka dengan botol cupu labu yang selalu dibawanya. Pada malam hari, ia membuat dirinya sekecil mungkin agar bisa tidur di dalam botol labunya. Lü Dong Bin, lebih dikenal sebagai seorang ilmuwan. Hal ini tampak dari penampilannya yang berwibawa dan terpelajar. Zhang Guo Lao berarti “si tua Zhang Guo” hidup sebagai seorang tabib dan ahli nujum di gunung Tiáo(條山) in di provinsi Heng (恒州 Héngzhōu). Ia senang membuat minuman dari tanaman dan tumbuhan obat He Xian Gu berarti “dewi He”), merupakan salah satu anggota wanita dari Delapan Dewa (ada juga yang menyebut Lan Cai He sebagai wanita). Simbol dari He Xian Gu adalah bunga teratai yang dipercaya dapat mengembalikan kesehatan fisik dan mental seseorang. Ia digambarkan membawa bunga teratai dan sheng(instrumen musik). Acapkali ia juga ditemani seekor burung fenghuang dan membawa serta irus bambu atau tongkat sabutan. Lan Cai He Ia seringkali digambarkan sebagai seorang anak laki-laki namun dalam beberapa naskah maupun cerita, ia juga sering digambarkan sebagai seorang anak perempuan. Satu hal yang menjadi ciri khas-nya tersendiri adalah keranjang bambu penuh dengan bunga. Lan Cai He juga digambarkan sebagai seorang pemulung yang kumal memakai sepatu sebelah (kaki lainnya tidak menggunakan alas kaki) yang membawa kastenyet dengan untaian uang logam Han Xiang Zi adalah seorang filsuf pada masa Dinasti Tang. Ia merupakan salah satu anggota dari Delapan Dewa yang juga adalah sepupu dari Han Wên Kung Cao Guo Jiu sering juga dipanggil dengan sebutan Gongbo (公伯: gōng bó). Cao Guo Jiu adalah adik laki-laki dari ibu salah seorang raja Dinasti Sung
  36. Pa Kua (Ba Gua) adalah delapan diagram atau simbol yang merupakan dasar sistem kosmogoni dan falsafat Tiongkok kuno. Ahli Feng Shui Cina menggunakan Pa Kua untuk memprediksi nasib. Kedelapan simbol trigram melambangkan delapan area hidup yang meliputi: karier, anak, pengetahuan, teman, keluarga, kesejahteraan, popularitas, dan hubungan jodoh. Bidang kesembilan dari Pa Kua terdapat pada bagian tengah oktagon yang dapat diartikan sebagai anda, hidup, dan vitalitas (Taichi).
  37. Feng Shui Delapan Rumah (Ba Zhai Feng Shui) adalah satu sistem Feng Shui yang banyak diketahui orang dan banyak digunakan oleh praktisi Feng Shui terutama di Asia Tenggara. Alasan kenapa sistem Feng Shui ini banyak digunakan oleh para praktisi adalah karena kemudahan dan kesederhanaan metodenya dalam menganalisa efek bangunan terhadap penghuninya. Feng Shui Delapan Rumah muncul pada masa Dinasti Tang (618-907 M) dan menjadi populer di masa Dinasti Song (960-1279 M)
  38. Dalam ajaran Gereja Scientology disebutkan ada delapan dinamika: Dinamika ke-8 INFINITY, biasanya disebut juga Tuhan Dinamika ke-7 SPIRITUAL DYNAMIC- makhluk spiritual beridentitas apapun Dinamika ke-6 PHYSICAL UNIVERSE dengan empat komponen: bahan/kandungan, energi, ruang dan waktu Dinamika ke-5 LIFE FORMS termasuk semua tanaman dan hewan yang hidup Dinamika ke-4 MANKIND (manusia) sebagai sebuah spesies Dinamika ke-3 GROUP SURVIVAL baik teman, klub, jabatan, maupun bangsa atau negara Dinamika ke-2 FAMILY Dinamika ke-1 SELF adalah individu, termasuk tubuh, pikiran dan sesuatu yang dimilikinya. 37. Dalam agama neopaganisme Wicca, ada delapan Sabbat, festival, musim, atau jeruji dalam “Putaran Tahun”. 38. Ongoad adalah delapan dewa purba yang dipuja di Hermopolis selama apa yang disebut Kerajaan Lama , dinasti ketiga sampai keenam , bertanggal antara 2686-2134 SM. Delapan dewa yang diatur dalam empat pasang pria-wanita : Nu dan Naunet , Amun dan Amaunet , Kuk dan Kauket , Huh dan Hauhet . Laki-laki berhubungan dengan katak dan betina berhubungan dengan ular.
    Hasil gambar untuk delapan dalam angka Jawa
  39. Konsep Hasthabrata muncul dalam cerita pewayangan Jawa dengan lakon ‘Iwahyu Makutharama’ yang mengisahkan tentang pemberian wejangan (fatwa) seorang Pandita bernama Wiswamitra yang ditujukan kepada Sri Rama yang akan dinobatkan menjadi raja menggantikan ayahandanya. Konon, ajaran hasthabrata tersebut selalu dipedomani untuk dijadikan fatwa terhadap putra mahkota yang akan dinobatkan menjadi raja-raja Jawa. HASTHABRATA terdiri dari kata hastha yang berarti DELAPAN dan kata brata yang berarti SIFAT BAIK. Dalam beberapa literatur juga disebutkan bahwa delapan sifat alam ini mewakili simbol kearifan dan kebesaran Sang Pencipta, yaitu; sifat Bumi, sifat Matahari, sifat Bulan, sifat Samudra, sifat Bintang, sifat Angin, sifat Api, dan sifat Air. Berikut Delapan Sifat Unggul Pemimpin Sejati: Brata yang pertama adalah SURYA yang berarti matahari. Sifat menerangi yang dimiliki oleh matahari dalam bahasa jawa dimaknai sebagai ‘gawe pepadang marang ruwet rentenging liyan’ yang berarti harus mampu membantu mengatasi kesulitan atau memecahkan problem-problem yang dihadapi oleh anak buahnya. Brata yang kedua adalah BAWANA yang berarti bumi. Bumi diibaratkan sebagai ibu pertiwi. Sebagai ibu pertiwi, bumi memiliki peran sebagai ibu, yang memiliki sifat keibuan, yang harus memelihara dan menjadi pengasuh, pemomong, dan pengayom bagi makhluk yang hidup di bumi. Implementasinya adalah kalau sanggup menjadi pemimpin harus mampu mengayomi dan melindungi anak buahnya. Brata yang ketiga adalah CANDRA yang berarti bulan. Implementasinya bagi pemimpin ialah pemimpin dalam memperlakukan anak buahnya harus dilandasi oleh aspek-aspek sosio-emosional. Pemimpin harus memperhatikan harkat dan mertabat pengikutnya sebagai sesama. Terhadap pengikutnya harus menghormati sebagai sesama manusia. Dalam konsep Jawa hal ini disebut ‘nguwongke’. Brata keempat adalah KARTIKA yang berarti bintang. Bintang dapat menggambarkan dambaan cita-cita, tumpuan harapan, sumber inspirasi. Seorang pemimpin harus memiliki cita-cita yang tinggi, berpandangan jauh kedepan, pemberi arah, sumber inspirasi, dan tumpuan harapan. Brata yang kelima adalah TIRTA yang berarti air. Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan siapapun termasuk pengikutnya (adaptif). Air selalu mengalir ke bawah, artinya pemimpin harus memperhatikan potensi, kebutuhan dan kepentingan pengikutnya, bukan mengikuti kebutuhan atasannya. Brata yang keenam adalah MARUTA, yang berarti angin. Secara alami angin memiliki sifat menyejukkan, angin membuat segar bagi orang yang kepanasan. Angin sifatnya sangat lembut. Seorang pemimpin harus bisa membuat suasana kepemimpinan sejuk, harmonis, dan menyegarkan. Brata yang ketujuh adalah DAHANA, yang berarti api. Secara alami, api memiliki sifat panas, dan dapat membakar. Seorang pemimpim memiliki sifat pembakar semangat, pengobar semangat, dan memiliki peran sebagai motivator dan inovator bagi pengikutnya. Brata yang kedelapan adalah SAMODRA, yang berarti lautan atau samudra. Pemimpin harus memiliki wawasan yang luas dan dalam, seluas dan sedalam samudra. Samudra juga bersifat menampung seluruh air dan benda-benda yang mengalir kearah laut. Seorang pemimpin harus memiliki sifat menampung semua kebutuhan, kepentingan, dan isi hati dari pengikutnya, serta pemimpin harus bersifat aspiratif.
  40. Tiang-tiang (“Alliri”) rumah adat Bugis-Makassar bentuknya bersegi empat atau bersegi delapan. Tiang bersegi empat berdiri di tengah-tengah disebut “Posi Bola” ( soko guru). Dengan tiang soko-guru ini menjadi pertanda (perlambang) bahwa laki-laki hendaklah bersegi empat (melebihi tiga) . atau laki-laki yang serba bias atau “WoroanE sulapa eppa” . untuk dapat menjelajahi delapan penjuru angin. Segi delapan menggambarkan delapan penjuru angin atau semesta, melambangkan bahwa lelaki orang Bugis-Makassar harus berani bertarung melawan tantangan hidup. Harus berani melawan tantangan dalam bentuk apapun guna kelangsungan hidupnya dan masyarakatnya. Rumah-rumah sekarang bukan lagi merupakan rumah adat oleh karena tiang-tiangnya biasa saja, pada umumnya bersegi empat. Dibekali dengan falsafah inilah, nenek moyang Bugis-Makassar berhasil dan menjadi berjiwa pelaut yang berlayar ke segala penjuru . falsafah ini pula yang dijadikan ajimat untuk berani bertarung demi kehormatannya. Termasuk manifestasi pengertian : masalah SIRIK yang dalam istilah Bugis disebut “sirik naranreng” (artinya : tegakkan kehormatan, bila perlu nyawa dipertaruhkan ).
  41. Masyarakat Bugis-Makassar kuno di Sulawesi Selatan mengarakterisasi kondisi cuaca daerahnya dalam periode delapan tahun. Pengetahuan meteorologi ini ditulis dalam catatan kuno yang disebut Lontara’ dengan menggunakan huruf
    Bugis-Makassar yang tidak lagi banyak orang  ketahui.

    Menurut Lontara’ kondisi meteorologi daerah Sulawesi Selatan dibagi menjadi delapan pola yang disesuaikan dengan kalender Hijriyah yang memiliki periode delapan tahun (Bugis-Makassar: periode Sipariyama)

    Lontara Pananrang

    PANANRANG TASSIPARIAMAE (8 TAHUN)

    1. Taung Alipu : 1 tetti’na = salasa naomporang Muharram, maraja namaponco bosinna, masero lempe’na, biasa malise pattaungenna, jaji buana ase nenniya taneng-tanenge rilalenna tassipariamae. Iyanae taung kaminang masahoro na malise nenniya madeceng pattaungenna. Jaji asseddinna pallontara pappananrangnge iyanaro naripancaji pammulataung rilalenna sipariamae (8 taung).
    2. Taung H : 5 tetti’na = sabtu naomporangnge muharram, lalo tengnga pattaungenna, masero bosinna, makurang sokku biasa taneng-tanengnge, ajung kajung mabbuai, lalo tengngai buana ase (wasesae-singaseri), biasa sawei lasa-lasae, masero kecce’e.
    3. Taung Jim : 3 tetti’na = kammisi naomporang muharram, situju-tuju bosinna, maponco bare’na, lalo tengnga pattaungenna, jaji buana taneng-tanengnge, iyakiya makurang sokku buana wesesae, bettuanna makurang lise’na galungnge, biasa mapella keadaanna rupataue, parellui ritu simata tomatike, nasaba maega anana mate, masempoi balu-balu’e sibawa anu rianre.
    4. Taung Zei : 7 tetti’na = aseneng naomporang muharram, masero bosinna, maraja lempe’na, biasa riengngala riuwae asewe, biasa makkasolang balawoe, lalotengnga buana wesesae (ase), biasato masero lette, tau malasae magattimui paja.
    5. Taung Daleng Riolo : 4 tetti’na = juma’i naomporang muharram, lalo tengnga bosinna, maponco bare’na, jaji buana taneng-tanengnge, biasa masala buana wesesae, biasa masala buana wesesae, iyakkeppaha engka saisana pallontarae masengngi taung makapa namalamung peri’na ripapole wassele’e namasero pellana tikkana, narekko taddapini lamattanetelangi biasa ritu duppai arelle tauwe, jaji buana taneng-tanengnge, maseroto kecce’e, masempo dalle’i pakkere’e.
    6. Taung Ba : 2 tetti’na = araba naomporang muharram, kerengngi kecce’e, bosinna biasa masero ritasi’e sibawa ripottanangnge nenniya lempe’na maseroto. Biasa senna masala wesesae, biasa duppa warelle tauwe, jaji lise’na taneng-taneng makkalolo’e, lalotengnga buana taneng-taneng mallice-lice’e, pella tikkana biasa temmaka serona, maega senna pattellarenna, iyanaritu taung bawang, bali taung, taung barelle, taung balesui (taung makkasolang), de’to namadeceng buana ajung kajungnge (majarang), biasa masempo anu rianre, saweto lasa-lasae.
    7. Taung Wau : 6 tetti’na = aha’i naomporang muharram, biasa masero basinna, maraja lempe’na, masero kecce’e, lalotangnga pattaungengnge (ase) biasa manre balisue, biasa riengngala maruwae ase, saweto lasa-lasae, peddi matae, maega urane makkandang tau mattampu, biasato mapella keadaangnge.
    8. Taung Daleng Rimunri : 4 tetti’na = juma’i naomporang muharram, lalo tengnga pattaungenna, maponco bosinna, madodong anginna, makurang lempe’na, masero tikka’e, jaji buana taneng-tanengnge, anging bare’e biasa ritu maladde akkasolanna, biasa duppa arelle tauwe, narekko mate ului bare’e, wesesae biasa jaji biasa to sala, masempoi dalle’na pakkere’e, biasato masero hawa kecce’e, biasa mapella keadaangnge.
    Hasil gambar untuk LONTARA PANANRANG

Tokoh Kisah Eisaburo Ueno tentang anjingnya Hachiko, kenapa diberi nama hachi – hachiko?, sebelumnya saya juga tidak mengerti apa itu arti Hachiko, ternyata artinya delapan, anda bisa mengetik karakter “delapan” disini, dan hasilnya seperti ini: < Hachi > < Delapan > < Hachihon > < Delapan batang > < Hachikagetsu > < Delapan bulan > < Hachinenkan > < Delapan tahun > < Hachinin > < Delapan orang > < Hakkai > < Delapan kali > ternyata Eisaburo Ueno mempercayai angka delapan, anjing Akita Inu miliknya yang diberi nama Hachiko benar-benar menjadi delapan (baca: terkenal). Walapun pada ahirnya menjadi anjing yang sepi dan menyedihkan.


“(Inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu ingat. #Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah [memukul kulitnya (mencambuk) ] masing-masing dari keduanya seratus kali [ditambah dengan diasingkan setahun berdasarkan Sunnah. Adapun budak setengah dari hukuman itu] , dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.
Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali [yakni dengan cambuk yang pertengahan, yang membuatnya merasakan sakit tetapi tidak membuatnya binasa] , dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang #fasik. Kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (amalnya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” –#Quran Surah #AlNur (#Cahaya): 1-5 #AlQuran#AnNur
Tafsir Al-Misbah:
Komentar para ahli mengenai ayat 2 sampai ayat 4 surat ini: Kriminalitas dalam syariat Islam merupakan larangan-larangan yang tidak dibolehkan dengan ancaman sanksi hadd atau ta’zîr. Larangan-larangan itu bisa berupa tindakan mengerjakan sesuatu yang dilarang atau tindakan meninggalkan sesuatu yang diperintahkan. Alasan pengharaman larangan-larangan itu adalah bahwa tindakan pelanggaran larangan merupakan tindakan yang bertentangan dengan salah satu dari lima maslahat/kepentingan yang diakui dalam syariat Islam, yaitu:
  1.  Memelihara jiwa.
  2. Memelihara agama.
  3. Memelihara akal pikiran.
  4. Memelihara harta kekayaan.
  5. Memelihara kehormatan.
Tindakan pembunuhan, misalnya, merupakan perlawanan terhadap jiwa. Keluar dari Islam (riddah: ‘menjadi murtad’) merupakan perlawanan terhadap agama. Meminum khamar merupakan perlawanan terhadap pikiran. Mencuri merupakan perlawanan terhadap harta dan kekayaan. Dan zina merupakan perlawanan terhadap kehormatan. Para ahli hukum Islam (fuqahâ’) membagi tindakan kriminalitas menjadi beberapa kategori, tergantung pada sudut pandang masing-masing. Sehubungan dengan hal itu, berikut ini akan disinggung pembagian hukum dari segi besarnya sanksi dan cara menetapkannya.
Berdasarkan hal ini kriminalitas terbagi dalam tiga kelompok, yaitu
  • yang terkena sanksi hudûd,
  • yang terkena sanksi qishâsh dan
  • yang terkena sanski ta’zîr.
Yang dimaksud dengan hudûd adalah kejahatan yang dianggap berlawanan dengan hak Allah atau kejahatan yang mengandung pelanggaran hak Allah dan hak manusia, tetapi hak Allah lebih dominan yang oleh karenanya dibatasi oleh Allah dengan jelas, baik melalui al-Qur’ân maupun al-Hadîts.
Kemudian, yang dimaksud dengan qishâsh (termasuk di dalamnya diyat) adalah kejahatan yang mengandung pelanggaran hak Allah dan hak manusia, tetapi hak manusia lebih dominan. Dalam hal ini, sebagian ketentuan hukumnya ditetapkan oleh Allah melalui al-Qur’ân dan al-Hadîts dan sebagian lainnya diserahkan kepada kebijakan pemerintah untuk menentukan hukumnya. Tindak pembunuhan, memotong salah satu organ tubuh, termasuk dalam kategori kedua ini.
Sedangkan yang dimaksud dengan ta’zîr adalah sejumlah sanksi, baik berat maupun ringan, yang penentuan dan pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintah, sesuai kondisi masyarakat di mana terjadi kejahatan itu.
Ada tujuh macam kejahatan yang terkena sanksi hudûd, yaitu zina, menuduh orang yang sudah kawin berbuat zina (qadzaf), menentang penguasa (baghy), mencuri, menyamun, meminum khamar dan keluar dari Islam (murtad).
Ketujuh macam kejahatan itu beserta sanksi-sanksinya telah ditentukan sanksi hudûdnya di dalam al-Qur’ân, kecuali sanski pelaku zina yang sudah kawin yang dikenakan hukum rajam, meminum khamar yang dikenakan sanksi 80 kali cambuk, dan sanksi keluar dari Islam yaitu hukum mati., yang ditentukan oleh al-Hadits. Sementara itu, hukum positif modern memberlakukan sanksi yang terlalu rendah, seperti penjara, terhadap zina. Akibatnya, prostitusi dan kejahatan merajalela di kalangan masyarakat. Kehormatan menjadi terinjak-injak. Selain itu, akan timbul berbagai penyakit dan ketidakjelasan keturunan. Yang cukup mengherankan, bahwa undang-undang yang berlaku di beberapa negara modern saat ini malah melindungi kejahatan semacam itu. Dalam undang-undang Perancis, misalnya, terdapat ketentuan bahwa pelaku zina–baik laki-laki maupun perempuan–yang belum kawin tidak dikenakan sanksi apa-apa, selama mereka telah mencapai usia dewasa. Hal itu berdasar pada prinsip kebebasan individu yang menjamin kebebasan berbuat apa saja. Sedangkan jika pelaku zina itu sudah kawin, baik laki-laki maupun perempuan, maka sanksinya adalah penjara. Contoh lain dari praktik hukum positif, lembaga hukum seperti niyâbah (kejaksaan) tidak mempunyai hak untuk melakukan penyelidikan kecuali atas permintaan salah seorang suami istri. Selain itu, seorang suami yang telah melaporkan tuduhan zina, boleh menarik kembali tuduhannya. Berdasarkan hal itu penyelidikan pun harus dihentikan. Suami juga memiliki hak untuk memaafkan istrinya yang telah dijatuhi hukuman penjara sebelum habis masa hukuman, walaupun keputusan hakim sudah bersifat final.
Beberapa kalangan menganggap sanksi zina yang ditetapkan Islam itu terlalu berat. Tetapi semestinya mereka melihat pula bahwa di samping sanksi itu berat, proses pembuktiannya pun tidak mudah. Pada tindak pembunuhan, misalnya, Islam hanya menetapkan keharusan adanya dua saksi yang adil. Tetapi pada pembuktian zina justru menetapkan adanya empat orang saksi adil yang menyaksikan kejadian itu secara langsung, atau pengakuan si pelaku zina. Dapat dicatat di sini bahwa al-Qur’ân mewajibkan pelaksanaan hukum cambuk secara terang-terangan di hadapan khalayak ramai masyarakat Muslim dengan maksud sebagai pemberitahuan kepada mereka siapa pelaku zina itu di samping agar mereka merasa takut dan ngeri hingga menghindari tindakan yang hina itu
Sumber bacaan: Tafsir al-Misbah

Anak-anak kandung Rasulullah

Hasil gambar untuk KALIGRAFI MUHAMMAD INDAH

A. Dari Khadijah

1. Qasim ibn Muhammad, (598 – 600 or 601 AD).

Qaasim ( قاسم‎‎ ) artinya Pembagi, Pemisah, Pembelah, Pembatas (lihat sahabanames.com, quranicnames.com, namapilihan.com)

Varian: Qaasim, Casim, Cassim, Kacem, Kasem, Kassem, Kassim, Qasem, Kasim, Qassim, Ghasem, Kassam

2. Abd-Allah ibn Muhammad, (d. 615 AD) ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ

Artinya: “hamba Allah”

Varian: Abdala, Abdalá, Abdalla, Abdallah, Abdellah, Abdilla, Abdollah, Abdul, Abdulah, Abdulai, Abdulla, Abdillahi, Gabdulla, Abdalle

3. Zainab bint Muhammad, (599 – 630 AD)

Artinya “Sebuah perhiasan berharga bapak”, arau “perhiasan/keindahan bapak”. Berasal dari akar kata bahasa Arab “zeenah” زينة‎‎ (artinya perhiasan) dan “ab” الآب‎‎ (artinya bapak). Atau juga berarti “bunga/pohon yang harum”.

Varian: Zaenab, Zaynab, Zeineb, Zejneb, Zejneba, Zeynep.

4. Ruqayyah bint Muhammad, (601 – 624 AD)

Nama ﺭﻗﻴّﺔ berasal dari bahasa Arab رقى (ruqia) yang berarti ” naik, bangkit” atau dari رقية (ruqyah) yang berarti” mantra, pesona, mantra “. Juga berarti “mempesona, menyihir atau bersenjatakan sihir”.

Varian: Rouqayya Rokayeh, Rukeye, Ruwqayyeh, Rowkayyeh, Roqayeh, Rouqayeh, Rokayya, Roukayeh, Rouqaye, Ruqeya, Rukayyah

5. Umm Kulthum bint Muhammad, (603 – 630 AD) Kultsum

ﻛُﻠﺜُﻢ artinya: “Seseorang yang memiliki pipi penuh sehat “, secara kiasan berarti” cantik ” atau “gajah” atau, “seseorang dengan pipi tembem”. Umm Kultsum artinya “Ibu Kultsum”

Varian: Kulsoom, Kulsum, Kolsum, Kulthoum, Kulthum, Kolthum, Kulsoum, Kolsoom, Kulthoom, Kolthoom, Kultsum, Kalsum

6. Fatimah, (ca. 604 – 632). فَاطِمَة artinya ” Seorang anak yang telah disapih dari air susu ibu”

Varian: Fatimah, Fadime, Fatma, Fatme, Fatemeh, Fathama, Fatoumata

B. Dari Maria bint Syam’un al-Qibthiyah

1. Ibrahim ibn Muhammad, (630-631)

Nama ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ berasal dari bahasa Ibrani ‘bapak bangsa-bangsa’ atau ‘bapak yang sangat penyayang’. (Qamusul Quran Pg. 22) atau dari bahasa Arya kuno yang berarti “saudara untuk semua”, [ekurd(dot)net]

Varian: Ibraheem, Ibrohim, Ebrahim, Ibragim

Anak anak tiri Rasulullah [ dari suami suami Khadijah ra. ]:

A. Dari Khadijah bint Khuwailid

1. Halah bin Abu Halah (bukan anak Khadijah),

Abu Halah bin Nabbasy adalah suami pertama Khadijah binti Khuwailid. Nama sebenarnya adalah Hindun bin Nabbasy bin Zurarah bin habibah dari Bani Tamim [ anak tiri Khadijah dari suami pertama ] ( هاله)Halah “halo”, khusunya “halo” (lingkaran) yang muncul di sekitar matahari atau bulan

2. Hind bin Abu Halah (anak Khadijah dan Abu Halah)

Hind هِنْد “sekelompok unta yang berjumlah 100 sampai 200”.

Varian: Hend, Hindun

3. Zainab binti Abu Halah (anak Khadijah dan Abu Halah) Lihat di atas

4. Abdullah bin Atiq (anak Khadijah dan Atiq) Lihat di atas

5. Jariyah bin Atiq (anak Khadijah dan Atiq) Artinya “Gadis muda”

6. Hind binti Atiq (anak Khadijah dan Atiq) Menikah dengan Safyi bin Umayyah bin Abid dari Makhzum. Dan mempunyai anak bernama Muhammad. Puak ini dinamai bani Muhammad karena kedudukan Khadijah. Puak ini adanya di Madinah, namun akhirnya punah. Tidak lagi ada keturunannya. Artinya lihat di atas

B. Dari Saudah binti Zam’ah dengan al-Sakran ibn Amir

1. Abd al-Rahman ibn Sakran ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ

Artinya “Hamba Yang Maha Pemurah/Pengasih”

Varian: Abdurrahman, Abdulrahman, Abdul Rahman, Abdel Rahman, Abdelrahman, Abderrahmmane, Abderrahman, Abdirahman

C. Dari Ummu Salamah Hind bint Abu Umayyah Suhail al-Makhzumiyah dengan Abu Salamah Abdullah ibn Abdul Asad, saudara susuan Rasulullah

1. Salamah

Nama ﺳﻠﻤﺔ berasal dari nama sebuah pohon spesies Acacia ehrenbergiana (dikenal sebagai salam dan tamat di Tuareg) Atau “Tanpa cacat”, “keamanan”, “keselamatan”.

2. ‘Umar Artinya ” padat penduduknya , berkembang ” , berasal dari bahasa Arab ﻋﻤﺮ ( ‘ umr ) ” hidup ” atau juga , ” panjang umur” – ” fasih , berbakat, pembicara”.

Varian: Umar, Omar, Ömer, Oumar, Oumaru, Oumarou, Omer, Omaar

3. Durrah (Ruqayyah)

Nama ﺩﺭﺓ artinya “mutiara besar” atau “manik-manik mutiara”.

4. Zainab. Lihat di atas

D. Dari Ummu Habibah Ramlah bint Abu Sufyan dengan Ubaydullah bin Jahsy sepupu Rasulullah

1. Habibah bint Ubaidillah bint Jahsy

Habibah ( ﺣَﺒِﻴﺒَﺔ ) artinya “Tercinta”, “Kekasih” Varian: Habiba, Habeeba, Habeebah


Al-Imam Abu ‘Amr bin Ash-Shalaah telah menghikayatkan dari Abu Muhammad bin Abi Zaid, seorang imam madzhab Malikiyyah dalam jamannya, bahwasannya ia berkata : جماعُ آداب الخير وأزمته تتفرَّعُ من أربعة أحاديث : قول النَّبيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( مَنْ كَانَ يُؤمنُ باللهِ واليومِ الآخر فليَقُلْ خيراً أو ليَصْمُتْ )) ، وقوله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( مِنْ حُسْنِ إسلامِ المَرءِ تَركُهُ ما لا يَعْنِيهِ )) ، وقوله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ للذي اختصر له في الوصية : (( لا تَغْضَبْ )) ، وقوله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( المُؤْمِنُ يُحبُّ لأخيه ما يُحبُّ لنفسه )) “Puncak permasalahan adab/etika bermuara pada empat macam hadits : 1. Sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :‘Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam’. 2. Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Di antara kebaikan seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya’. 3. Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang diberi wasiat/nasihat secara ringkas :‘Jangan marah’. 4. Dan sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Orang mukmin itu mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri’


Hak-hak Isteri (Kewajiban Suami) Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya.” [QS. An-Nisaa’ : 34] “Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” [Al-Baqarah: 228] * Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, “Sesungguhnya aku berhias diri untuk isteriku sebagaimana ia menghias diri untukku.”[ Ibnu Jarir (II/453). ] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : َّا. “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kalian memiliki hak atas isteri-isteri kalian dan isteri-isteri kalian juga memiliki hak atas kalian.”[ Hasan: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1501)], Sunan at-Tirmidzi (II/315, no. 1173), Sunan Ibni Majah (I/594, no. 1851) ] ” Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak pada-nya.” [QS. An-Nisaa’ : 19] “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf” (QS. Al Baqarah: 233) Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz ( meninggalkan kewajibannya selaku isteri, seperti meninggalkan rumah tanpa seizin suaminya, dan lainnya )nya, maka nasihatilah mereka dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak menyakitkan). Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” [An-Nisaa: 34] –> Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1218 (147)), dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma.] Aisyah menceritahkan mengenai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aku tidaklah pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memukul pembantu, begitu pula memukul istrinya. Beliau tidaklah pernah memukul sesuatu dengan tangannya kecuali dalam jihad (berperang) di jalan Allah”. (HR. Ahmad 6: 229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim) Pada zaman Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ada sebagian Shahabat yang memukul isterinya, kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Namun ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu mengadukan atas bertambah beraninya wanita-wanita yang nusyuz (durhaka kepada suaminya), sehingga Rasul memberikan rukhshah untuk memukul mereka. Para wanita berkumpul dan mengeluh dengan hal ini, kemudian Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya mereka itu (yang suka memukul isterinya) bukan orang yang baik di antara kamu.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2146), Ibnu Majah (no. 1985), Ibnu Hibban (no. 1316 -al-Mawaarid) dan al-Hakim (II/188), dari Sahabat Iyas bin ‘Abdillah bin Abi Dzubab radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi.] Dari ‘Abdullah bin Jam’ah bahwasanya ia telah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagaimana mungkin seseorang di antara kalian sengaja mencambuk isterinya sebagaimana ia mencambuk budaknya, lalu ia menyetubuhinya di sore harinya?” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 4942), Muslim (no. 2855) dan at-Tirmidzi (no. 2401).] Dan juga berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala ditanya apakah hak isteri atas suaminya? Beliau menjawab: “Engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, janganlah memukul wajah dan janganlah menjelek-jelekkannya serta janganlah memisahkannya kecuali tetap dalam rumah.” [ Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1500)], Sunan Abi Dawud (VI/ 180, no. 2128), Sunan Ibni Majah (I/593, no. 1850) ] Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Uang yang engkau infaqkan di jalan Allah, uang yang engkau infaqkan untuk memerdekakan seorang hamba (budak), uang yang engkau infaqkan untuk orang miskin, dan uang yang engkau infaqkan untuk keluargamu, maka yang lebih besar ganjarannya adalah uang yang engkau infaqkan kepada keluargamu.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 995), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.] Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “…Dan sesungguhnya, tidaklah engkau menafkahkan sesuatu dengan niat untuk mencari wajah Allah, melainkan engkau diberi pahala dengannya sampai apa yang engkau berikan ke mulut isterimu akan mendapat ganjaran.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1295) dan Muslim (no. 1628), dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallaahu ‘anhu.] Cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang wajib ia beri makan (nafkah).” [Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1692), dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan Abi Dawud (V/376, no. 1485).] Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling bagus akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya.” [ Hasan Shahih: [Shahiih Sunan at-Tirmidzi (no. 928)], Sunan at-Tirmidzi (II/315, no. 1172). ] Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap setiap permainan itu adalah bathil kecuali jika dilakukan dengan isteri, beliau bersabda: “Segala sesuatu yang dijadikan permainan bani Adam adalah bathil kecuali tiga hal: melempar (anak panah) dari busurnya, melatih kuda dan bercanda dengan isteri, sesungguhnya semua itu adalah hak.” [ Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 4532)], Sunan an-Nasa-i dalam al-‘Usyrah (Qof II/74), ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (II/89, no. 1), Abu Nu’aim dalam Ahaadiits Abil Qasim al-‘Asham (Qof XVIII/17). ] Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Apabila ia membencinya karena ada satu perangai yang buruk, pastilah ada perangai baik yang ia sukai.” [ Shahih [Aadaabuz Zifaaf, hal. 199], Shahiih Muslim (II/1091, no. 469). ] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingkari apa yang telah dilakukan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma karena lamanya bergadang (beribadah) malam dan menjauhi isterinya, kemudian beliau bersabda: . “Sesungguhnya isterimu mempunyai hak yang wajib engkau tunaikan.” [ Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (IV/217-218, no. 1975), Shahiih Muslim (III/813, no. 1159 (182)), Sunan an-Nasa-i (IV/211). ] Dari Aisyah, sesungguhnya Hindun binti ‘Utbah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit. Dia tidak memberi untukku dan anak-anakku nafkah yang mencukupi kecuali jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah dari hartanya yang bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan kadar sepatutnya” (HR. Bukhari no. 5364). Barangsiapa yang memiliki dua isteri, kemudian ia lebih condong kepada salah satu di antara keduanya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan miring sebelah. Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil (no. 2017)], [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1603)], Sunan Abi Dawud (VI/171, no. 2119), Sunan at-Tirmidzi (II/ 304, no. 1150), Sunan an-Nasa-i (VII/63), Sunan Ibni Majah (I/633, no. 1969) dengan lafazh yang berbeda namun saling berdekatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat dari kalangan laki-laki dan para wanita sedang duduk-duduk. Beliau bersabda, “Apakah ada seorang laki-laki yang menceritakan apa yang telah ia lakukan bersama isterinya atau adakah seorang isteri yang menceritakan apa yang telah ia lakukan dengan suaminya?” Akan tetapi semuanya terdiam, kemudian aku (Asma’) berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka semua telah melakukan hal tersebut.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian melakukannya, karena sesungguhnya yang demikian itu seperti syaitan yang bertemu dengan syaitan perempuan, kemudian ia menggaulinya sedangkan manusia menyaksikannya Shahih: [Aadaabuz Zifaaf, hal. 72]. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. “Sesungguhnya Allah telah mengizinkan kalian (para wanita) keluar (rumah) untuk keperluan (hajat) kalian.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5237), dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha.] Tetapi, keluarnya mereka harus dengan beberapa syarat, yaitu: 1. Memakai hijab syar’i yang dapat menutupi seluruh tubuh. 2. Tidak ikhtilath (berbaur) dengan kaum laki-laki. 3. Tidak memakai wangi-wangian (parfum). Seorang suami pun dibolehkan untuk mengizinkan isterinya untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid apabila ketiga syarat di atas terpenuhi. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Apabila isteri salah seorang dari kalian meminta izin untuk pergi ke masjid, janganlah ia menghalanginya.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5238), Muslim (no. 442 (134)), at-Tirmidzi (no. 570), an-Nasa-i (II/42) dan Ibnu Majah (no. 16), dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma.] Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian melarang para wanita hamba Allah mendatangi masjid-masjid Allah.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 900), Muslim (no. 442 (136)), at-Tirmidzi (no. 570) dan an-Nasa-i (II/42), dari Shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma.] Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. “Jangan tergesa-gesa hingga engkau dapat datang pada waktu malam -yaitu ‘Isya’- agar ia (isterimu) sempat menyisir rambut yang kusut dan mencukur bulu kemaluannya. Selanjutnya, hendaklah engkau menggaulinya” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5245, 5246, 5247), Muslim (no. 1466 (57)), Ahmad (III/298, 302, 303, 355) dan al-Baihaqi (VII/254), dari hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma. Dalam hadits ini, maksudnya adalah jima’. Jadi, orang yang berakal adalah orang mencampuri isterinya. (Fat-hul Baari IX/342)] Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang mengalami haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya darah haid, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menahannya?” (HR. Bukhari no. 302 dan Muslim no. 293). Imam Nawawi menyebutkan judul bab dari hadits di atas, “Bab mencumbu wanita haid di atas sarungnya”. Artinya di selain tempat keluarnya darah haid atau selain kemaluannya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’” Hadits shahih: Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam Isyratin Nisaa’ (no. 249), al-Baihaqi (VII/294), al-Hakim (II/190) dan ia berkata, “Hadits ini sanadnya shahih, namun al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.” Dan disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 289). Dalam hadits lain, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya orang yang selalu melakukan kefasikan adalah penghuni Neraka.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah, siapakah yang selalu berbuat fasik itu?” Beliau menjawab, “Para wanita.” Seorang Shahabat bertanya, “Bukankah mereka itu ibu-ibu kita, saudari-saudari kita, dan isteri-isteri kita?” Beliau menjawab, “Benar. Akan tetapi apabila mereka diberi sesuatu, mereka tidak bersyukur. Apabila mereka ditimpa ujian (musibah), mereka tidak bersabar Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (III/428, IV/604) dari Shahabat ‘Abdurrahman bin Syabl radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 3058). Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 1840) Adh Dhohak dan Maqotil berkataنه “Kewajiban bagi seorang muslim adalah mengajari keluarganya, termasuk kerabat, budak laki-laki atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 59) Sesungguhnya yang termasuk manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli istrinya lalau dia menceritakan rahasianya (jima’ tersebut)”. (HR. Muslim) Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah suaminya.” (HR. Abu Daud no. 1450, An Nasai no. 1610, dan Ahmad 2: 250. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits hasan sebagaimana dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 625). Hak-hak Suami (Kewajiban Isteri) al-Hakim dan selainnya dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : . “Hak bagi seorang suami atas isterinya adalah jika saja ia (suami) mempunyai luka di kulitnya, kemudian sang isteri menjilatinya, maka pada hakikatnya ia belum benar-benar memenuhi haknya.” Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3148)], Ahmad (XVI/227, no. 247). Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri” (HR. Abu Daud no. 2140, Tirmidzi no. 1159, Ibnu Majah no. 1852 dan Ahmad 4: 381. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Apabila seorang wanita mau menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat terhadap suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di akhirat), ‘Masuklah ke Surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.’ Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 660)], Ahmad (XVI/228, no. 250). Sebab itu, maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”[An-Nisaa’: 34] Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) Sebaik-baik isteri ialah yang engkau senang jika melihatnya, taat jika engkau perintah dan menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” [ Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3299)]. ] Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) Hak kalian atas para isteri adalah agar mereka tidak memasukkan ke dalam kamar tidur kalian orang yang tidak kalian sukai dan agar mereka tidak mengizinkan masuk ke dalam rumah kalian bagi orang yang tidak kalian sukai.” Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membekas” (HR. Muslim no. 1218). Janganlah seorang isteri menginfaqkan sesuatu pun dari harta suaminya kecuali atas izinnya.” Kemudian ada yang bertanya, “Tidak juga makanan?” Beliau menjawab, “Bahkan makanan adalah harta yang paling berharga.” [ Hasan: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1859)], Sunan at-Tirmidzi (III/ 293, no. 2203), Sunan Abi Dawud (IX/478, no. 3548), Sunan Ibni Majah (II/770, no. 2295) ] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang isteri menggunakan sesuatu pun dari hartanya kecuali dengan izin suaminya.” [ Dikeluarkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 775), beliau berkata, “Telah dikeluarkan oleh Tamam dalam al-Fawaa-id (II/182, no. 10) dari jalan ‘Anbasah bin Sa’id dari Hammad, maula (budak yang dibebaskan). Bani Umayyah dari Janaah maula al-Walid dari Watsilah, ia berkata, ‘Rasulullah J bersabda, kemudian ia menyebutkan hadits tersebut.” Beliau (al-Albani) berkata, “Sanad hadits ini lemah, akan tetapi ada beberapa riwayat penguat yang menunjukkan bahwa hadits ini adalah tsabit.” ] Tidak boleh bagi isteri melakukan puasa (sunnah) sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya.” [ Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/295, no. 5195), Shahiih Muslim (no. 1026). ] Berdasarkan pemahaman dalil yang telah disebutkan, jika suami tidak di tempat, maka istri tidak perlu meminta izin pada suami ketika ingin melakukan puasa sunnah. Keadaan yang dimaksudkan seperti ketika suami sedang bersafar, sedang sakit, sedang berihrom atau suami sendiri sedang puasa (Lihat Fathul Bari, 9: 296 dan Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 28: 99) Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur, tapi ia menolak untuk datang, lalu sang suami marah sepanjang malam, maka para Malaikat melaknatnya (sang isteri) hingga datang waktu pagi.” [ Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/294, no. 5194), Shahiih Muslim (II/1060, no. 1436), Sunan Abu Dawud (VI/179, no. 2127). ] “ Rasulullah SAW, “Apabila seorang suami mengajak isterinya ‘menunaikan keperluan’, maka hendaknya sang isteri melayaninya meskipun ia sedang berada di atas unta.” [ Shahih: [Shahiih al-Jaami’ as-Shaghiir 534], Sunan at-Tirmidzi (II/314, no. 1160). ] Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang mengalami haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya darah haid, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menahannya?” (HR. Bukhari no. 302 dan Muslim no. 293). Imam Nawawi menyebutkan judul bab dari hadits di atas, “Bab mencumbu wanita haid di atas sarungnya”. Artinya di selain tempat keluarnya darah haid atau selain kemaluannya. Isteri mana saja yang minta cerai dari suaminya tanpa adanya alasan, maka ia tidak akan mencium bau wanginya Surga.” [ Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil (no. 2035)], Sunan at-Tirmidzi (II/329, no. 1199), Sunan Abi Dawud (VI/308, no. 2209), Sunan Ibni Majah (I/662, no. 2055). ] Al Hushoin bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933) Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33). Seorang istri tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Baik si istri keluar untuk mengunjungi kedua orangtuanya ataupun untuk kebutuhan yang lain, sampaipun untuk keperluan shalat di masjid. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya.” Beliau juga berkata, “Bila si istri keluar rumah suami tanpa izinnya berarti ia telah berbuat nusyuz (pembangkangan), bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta pantas mendapatkan siksa.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 281) Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”. (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ahmad 5: 242. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah: 234) Tidak dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali atas kematian suaminya, yaitu (selama) empat bulan sepuluh hari.” (HR. Bukhari no. 5334 dan Muslim no. 1491 Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 1840) Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, shahih).



Ismael itu Pere Adam (“Manusia Keledai Liar”-Yahudi-Kristen) atau “Para Adam” (“Orang Subur”-Samaria)?
7 NOVEMBER · PUBLIK
Tafsir Kejadian 16: 12: Ismael adalah Pere Adam (“Manusia Keledai Liar” dan variasinya dalam Kitab Yahudi-Kristen) atau “Para Adam” (“Manusia Subur dalam Torah Samaria)?
Salam sejahtera atas orang-orang yang diberi petunjuk
Di dalam Alkitab Yahudi-Kristen Kitab Kejadian 16: 12, Ismael disebut sebagai Keledai Liar, hal ini sering menjadi sebuah ejekan dari beberapa orang awam yang membaca ayat ini kepada orang Arab bahkan kepada umat Islam sebagai kaum yang liar, buas dan suka bertikai. Benarkah hal tersebut? Benarkah istilah “keledai liar” bermakna negatif? Benarkah Ismael dijuluki “Keledai Liar” dalam “Taurat”? Mari kita buktikan:
English Version of Genesis 16: 11-12
A. TERJEMAHAN DARI TEKS SEPTUAGINTA DAN MASORET (ALKITAB YAHUDI-KRISTEN)
1. New International Version (OT= 1978, NT= 1973, Protestan)
The angel of the LORD also said to her: “You are now pregnant and you will give birth to a son. You shall name him Ishmael, for the LORD has heard of your misery. He will be A WILD DONKEY OF A MAN; his hand will be against everyone and everyone’s hand against him, and he will live in hostility toward all his brothers.”
2. New Living Translation (1996)
And the angel also said, “You are now pregnant and will give birth to a son. You are to name him Ishmael (which means ‘God hears’), for the LORD has heard your cry of distress. This son of yours will be A WILD MAN, as untamed as A WILD DONKEY! He will raise his fist against everyone, and everyone will be against him. Yes, he will live in open hostility against all his relatives.”
3. English Standard Version (2001 dengan revisi di 2007 dan 2011, Apokrif di 2009)
And the angel of the LORD said to her, “Behold, you are pregnant and shall bear a son. You shall call his name Ishmael, because the LORD has listened to your affliction. He shall be A WILD DONKEY OF A MAN, his hand against everyone and everyone’s hand against him, and he shall dwell over against all his kinsmen.”
4. New American Standard Bible (Protestan, OT 1971, NT= 1963)
The angel of the LORD said to her further, “Behold, you are with child, And you will bear a son; And you shall call his name Ishmael, Because the LORD has given heed to your affliction. “He will be a wild donkey of a man, His hand will be against everyone, And everyone’s hand will be against him; And he will live to the east of all his brothers.”
5. King James Bible (1611)
And the angel of the LORD said unto her, Behold, thou art with child, and shalt bear a son, and shalt call his name Ishmael; because the LORD hath heard thy affliction. And he will be a WILD MAN; his hand will be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell in the presence of all his brethren.
6. Holman Christian Standard Bible (2003, Protestan)
Then the Angel of the LORD said to her: You have conceived and will have a son. You will name him Ishmael, for the LORD has heard your cry of affliction. This man will be like a WILD DONKEY. His hand will be against everyone, and everyone’s hand will be against him; he will live at odds with all his brothers.
7. International Standard Version (2011)
“Look, you are pregnant and will give birth to a son,” the angel of the LORD continued to say to her. “You will name him Ishmael, because the LORD has heard your cry of misery. He’ll be a wild donkey of a man. He’ll be against everyone, and everyone will be against him. He will live in conflict with all of his relatives.”
8. NET Bible (2005, interdenominasi dan Protestan Injili)
Then the LORD’s angel said to her, “You are now pregnant and are about to give birth to a son. You are to name him Ishmael, for the LORD has heard your painful groans. He will be a wild donkey of a man. He will be hostile to everyone, and everyone will be hostile to him. He will live away from his brothers.”
9. GOD’S WORD® Translation (1995)
Then the Messenger of the LORD said to her, “You are pregnant, and you will give birth to a son. You will name him Ishmael [God Hears], because the LORD has heard your cry of distress. He will be as free and wild as an untamed donkey. He will fight with everyone, and everyone will fight with him. He will have conflicts with all his relatives.”
10. Jewish Publication Society Tanakh 1917 (Yahudi Reformasi dan Konservatif)
And the angel of the LORD said unto her: ‘Behold, thou art with child, and shalt bear a son; and thou shalt call his name Ishmael, because the LORD hath heard thy affliction. And he shall be a wild ass of a man: his hand shall be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell in the face of all his brethren.’
11. New American Standard 1977 (OT= 1971, OB=1963)
The angel of the LORD said to her further,
“Behold, you are with child,
And you shall bear a son;
And you shall call his name Ishmael,
Because the LORD has given heed to your affliction.
“And he will be a wild donkey of a man,
His hand will be against everyone,
And everyone’s hand will be against him;
And he will live to the east of all his brothers.”
12. Jubilee Bible 2000
And the angel of the LORD yet said unto her, Behold, thou art with child and shalt bear a son and shalt call his name Ishmael, because the LORD has heard thy affliction. And he will be a wild man; his hand will be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell in the presence of all his brethren.
13. King James 2000 Bible
And the angel of the LORD said unto her, Behold, you are with child, and shall bear a son, and shall call his name Ishmael; because the LORD has heard your affliction. And he will be a wild man; his hand will be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell over against all his brethren.
14. American King James Version (1999)
And the angel of the LORD said to her, Behold, you are with child and shall bear a son, and shall call his name Ishmael; because the LORD has heard your affliction. And he will be a wild man; his hand will be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell in the presence of all his brothers.
15. American Standard Version (Protestan antar denominasi, OT=1901. OB=1900)
And the angel of Jehovah said unto her, Behold, thou art with child, and shalt bear a son; and thou shalt call his name Ishmael, because Jehovah hath heard thy affliction. And he shall be as a wild ass among men; his hand’shall be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell over against all his brethren.
16. Douay-Rheims Bible (OT= 1585, OB= 1582, Gereja Katholik Roma)
And again: Behold, said he, thou art with child, and thou shalt bring forth a son: and thou shalt call his name Ismael, because the Lord hath heard thy affliction. He shall be a wild man: his hand will be against all men, and all men’s hands against him: and he shall pitch his tents over against all his brethren.
17. Darby Bible Translation (OT= 1890, OB= 1867 dengan revisi pada 1872 dan 1884)
And the Angel of Jehovah said to her, Behold, thou art with child, and shalt bear a son, and shalt call his name Ishmael, because Jehovah hath hearkened to thy affliction. And he will be a wild-ass of a man, his hand against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell before the face of all his brethren.
18. English Revised Version (revisi KJV, OT=1885, OB=1881, Apokrif 1894)
And the angel of the LORD said unto her, Behold, thou art with child, and shalt bear a son; and thou shalt call his name Ishmael, because the LORD hath heard thy affliction. And he shall be as a wild-ass among men; his hand shall be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell in the presence of all his brethren.
19. Webster’s Bible Translation (revisi KJB 1833)
And the angel of the LORD said to her, Behold, thou art with child, and shalt bear a son, and shalt call his name Ishmael; because the LORD hath heard thy affliction. And he will be a wild man; his hand will be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell in the presence of all his brethren.
20. World English Bible (2000)
The angel of Yahweh said to her, “Behold, you are with child, and will bear a son. You shall call his name Ishmael, because Yahweh has heard your affliction. He will be like a wild donkey among men. His hand will be against every man, and every man’s hand against him. He will live opposite all of his brothers.”
21. Young’s Literal Translation (1862)
and the messenger of Jehovah saith to her, ‘Behold thou art conceiving, and bearing a son, and hast called his name Ishmael, for Jehovah hath hearkened unto thine affliction; and he is a wild-ass man, his hand against every one, and every one’s hand against him — and before the face of all his brethren he dwelleth.’
22. Common English Bible w/ Apocrypha (Gereja Episkopal, OT=2011, OB= 2010)
The LORD’s messenger said to her, “You are now pregnant and will give birth to a son. You will name him Ishmael because the LORD has heard about your harsh treatment. He will be a wild mule of a man; he will fight everyone, and they will fight him. He will live at odds with all his relatives.”
23. The Bible in Basic English (OT=1949, OB= 1941)
And the angel of the Lord said, See, you are with child and will give birth to a son, to whom you will give the name Ishmael, because the ears of the Lord were open to your sorrow. And he will be like a mountain ass among men; his hand will be against every man and every man’s hand against him, and he will keep his place against all his brothers.
24. Good News Translation w/ Apocrypha (OT= 1976, OB= 1966)
You are going to have a son, and you will name him Ishmael, because the Lord has heard your cry of distress. But your son will live like a wild donkey; he will be against everyone, and everyone will be against him. He will live apart from all his relatives.”
25. New World Translation Of The Holy Scripture (1961, Jehovah’s Witnesses/Saksi-Saksi Yehuwa)
Jehovah’s angel added: “Here you are pregnant, and you will give birth to a son, and you must name him Ish’ma.-el, for Jehovah has heard your affliction. His hand will be against everyone, and everyone’s will be against him, and he will dwell opposite all his brothers
26. Orthodox Jewish Bible (2002, Yahudi Mesianik)
And the Malach Hashem said unto her, See, thou art with child and shalt bear ben, and shalt call shmo Yishmael; because Hashem shema thy oni (misery). And he will be a pere adam; his yad will be against kol, and kol yad against him; and he shall dwell in the presence of all his brethren.
27. The Complete Jewish Bible (1998 Yahudi Mesianik)
The angel of ADONAI said to her, “Look, you are pregnant, and you will give birth to a son. You are to call him Yishma’el [God pays attention] because ADONAI has paid attention to your misery. He will be a wild donkey of a man, with his hand against everyone and everyone’s hand against him, living his life at odds with all his kinsmen.”
28. New Revised Standard Version (1989: National Council of The Churches of Christs, Terutama Protestan dan GKR)
And the angel of the LORD said to her, “Now you have conceived and shall bear a son; you shall call him Ishmael, for the LORD has given heed to your affliction. He shall be a wild ass of a man, with his hand against everyone, and everyone’s hand against him; and he shall live at odds with all his kin.”
29. Lexham English Bible (2010: Logos Bible Software)
Then the Messenger of the LORD said to her, “You are pregnant, and you will give birth to a son. You will name him Ishmael [God Hears], because the LORD has heard your cry of distress. He will be as free and wild as an untamed donkey. He will fight with everyone, and everyone will fight with him. He will have conflicts with all his relatives.”
30. Revised English Bible (1989, Protestan dan GKR)
The angel of the LORD went on: “You are with child and will bear a son. You are to name him Ishmael, because the LORD has heard of your ill-treatment. He will be like the wild ass; his hand will be against everyone and everyone’s hand against him; and he will live at odds with all his kin.”
31. New Jerusalem Bible (1985: Katholik Roma)
“Then the angel of Yahweh said to her: “Now you have conceived and will bear a son, and you shall name him Ishmael, for Yahweh has heard your cries of distress. A wild donkey of a man he will be, his hand against every man, and every man’s hand against him, living his life in defiance of all his kinsmen.”
32. Revised English Version (Biblical Unitarian, Spirit and Truth Fellowship)
“The angel of Yahweh said to her, “Behold, you are with child, and will bear a son, and you are to call his name Ishmael, because Yahweh has heard your affliction. He will be like a wild donkey among men. His hand will be against every man and every man’s hand will be against him”
33. The Living Torah (1981 oleh Rabbi Aryeh Kaplan, Yahudi Ortodoks)
“[Still another] angel of God said to her’You are pregnant, and will give birth to a son. You must name him Ishmael, for God has heard your prayer. He will be a rebel. His hand will be against everyone, and everyone ‘s hand will be against him. Still, he will dwell undisturbed near all his brothers.”
*Rebel (pemberontak) (Targum; cf. Ibn Ezra). Pereh Adam dalam bahasa Ibrani. Pereh artinya keledai liar dan oleh karena itu dapat diterjemahkan “a wild donkey of a man” (seekor keledai liar manusia) (Targum Yonathan; Ramban). Rashi menafsirkan kata tersebut berarti “outdoor man” atau “ seorang manusia yang akan tinggal di Paran”
Alkitab Bahasa Indonesia Kejadian 16: 12:
1. Terjemahan Baru 1974
Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledi liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya
2. Alkitab Yang Terbuka Draft
Ia akan menjadi seperti seekor keledai liar; tangannya akan melawan setiap orang, dan tangan setiap orang akan melawannya. Dan, ia akan tinggal berhadap-hadapan dengan semua saudaranya.
3. Terjemahan Lama 1954
Maka kanak-kanak itu akan menjadi seorang bagai keledai hutan lakunya dan tangannya akan melawan segala orang dan tangan segala orangpun akan melawan dia; maka iapun akan duduk pada sebelah timur segala saudaranya.
4. Bahasa Indonesia Sehari-hari 1985
Tetapi anakmu itu akan hidup seperti keledai liar; ia akan melawan setiap orang, dan setiap orang akan melawan dia. Ia akan hidup terpisah dari semua sanak saudaranya.”
5. MILT 2008
Dan dia akan menjadi manusia keledai liar, tangannya melawan setiap orang dan tangan setiap orang melawan dia; dan dia akan tinggal berhadap-hadapan dengan semua saudaranya.”
6. Brouwerius2
Lagi dia adda jadi orang brani, dia pounja tangan adda backalei dẽgan ſegalla orang, lagi ſegalla orang pounja tangan adda backalei dengan dia, lagi dia doudoc adapan moucka deri dia pounja ſoudara lacki lacki ſamoa.
7. Leydekker
Sanistjaja ‘ija ‘itu ‘akan djadi sa`awrang hutan: tangannja kalakh lawan sakalijen, dan tangan sakalijen kalakh lawan dija: maka dimuka sakalijen sudaranja pawn ‘ija ‘akan dijam.
8. Shellabear Draft
Maka ia akan menjadi di antara manusia seperti seekor keledai hutan lakunya dan tangannya akan melawan orang sekalian dan tangan orang sekalian pun akan melawan dia maka ia pun akan duduk di hadapan segala saudaranya.”
9. Ende
Ia akan djadi seperti keledai liar. Tangannja melawan sekalian orang dan tangan sekalian orangpun melawan dia; iapun akan tinggal berhadap-hadapan dengan saudara-saudaranja”.
10. Versi Mudah Dibaca
Ismael menjadi liar dan bebas seperti keledai liar. Ia akan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dan berkemah dekat saudara-saudaranya. Ia akan melawan setiap orang, dan setiap orang menjadi lawannya.”
11. Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru (Komunitas Saksi-Saksi Yehuwa)
Mengenai putramu, ia akan menjadi seperti zebra. Tangannya akan melawan setiap orang, dan tangan setiap orang akan melawannya; dan ia akan berdiam di hadapan muka semua saudaranya.”
B. TERJEMAHAN DARI TEKS SAMARIA
1. Israelite Samaritan Version of the Torah (Taurat Milik Kaum Samaria):
And the Angel of Shehmaa said to her, I will greatly multiply your seed, that they will be too many count. And the Angel of Shehmaa said to her, Behold, you are with a child, And you will bear a son. And you shall call his name Yishmael. Because Shehmaa has heard your affliction. He will be FERTILE OF MAN. His hand WILL BE WITH EVERYONE. AND EVERYONE’S HAND WILL BE WITH HIM. And he will live among all his brother.
Jadi kita klasifikasikan terlebih dahulu:
Menurut berbagai terjemahan salinan teks Yahudi-Kristen VS teks Samaria berbahasa Inggris, maka Ismael adalah:
1) Teks Masoret:
a. “A Wild Donkey” (seekor keledai liar): HCSB, Good News Translation w/ Apocrypha
b. . “A Wild Donkey of a Man” (seekor keledai liar manusia) :NIV, ESV, ISV, NET Bible,
NAS 1977 , NASV, NWJ
c. “A Wild Donkey Among Men” (seekor keledai liar di antara manusia): WEB, REV
d. “a wild ass of a man (seekor keledai liar manusia): JPS Tanakh 1917, Darby Bible Translation, NRSV
e. “a wild ass among men” (seekor keledai liar di antara manusia) ASV, ERV
f. “a wild-ass man” (manusia keledai liar): YLT
g. “the wild ass” (keledai liar): REB
h. “a mountain ass among men” (seekor keledai gunung di antara manusia): BBE
i. “as free and wild as an untamed donkey” (bagai bebas dan liar seperti keledai tak jinak): GOD’S WORD® Translation, LEB
j. “a wild mule of a man” (bagal –peranakan kuda dan keledai- liar manusia): Common English Bible w/ Apocrypha
k. “a wild man” (manusia liar): King James Bible, NLT, Jubilee Bible 2000, King James 2000 Bible, American King James Version, Douay-Rheims Bible, Webster’s Bible Translation
l. “a rebel” (pemberontak): TLT
m. “a Pere Adam” (lihat penjelasan di bawah): Orthodox Jewish Bible
n. “Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar”: TB
o. “seperti (seekor) keledai liar”: AYT Draft, Ende
p. “hidup seperti keledai liar”: BIS
q. “manusia keledai liar”: MILT
r. “liar dan bebas seperti keledai liar”: VMD
s. “orang brani”: Brouwerius2
t. “sa`awrang hutan”: Leydekker
u. “di antara manusia seperti seekor keledai hutan lakunya”: Shellabear Draft,
v. “seperti zebra”: TDB
Teks Samaria:
a. “Fertile Of Man” (Orang Subur) : Israelite Samaritan Version of Torah
—————————————————————————————————————-
Hebrew,
וְהוּא יִהְיֶה פֶּרֶא אָדָם יָדֹו בַכֹּל וְיַד כֹּל בֹּו וְעַל־פְּנֵי כָל־אֶחָיו יִשְׁכֹּן׃
Translit, VEHU YIHYEH PERE ‘ADAM YADO VAKOL VEYAD KOL BO VE’AL-PENEY KHOL-‘EKHAV YISYKON
—————————————————————————————————————-
Menurut Artikel Sarapanpagi.org
Kita bandingkan dengan :
* Ayub 6:5, 11:12, 24:5
6:5 LAI TB, Meringkikkah keledai liar (PERE’) di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya?
KJV, Doth the wild ass bray when he hath grass? or loweth the ox over his fodder?
Hebrew,
הֲיִנְהַק־פֶּרֶא עֲלֵי־דֶשֶׁא אִם יִגְעֶהשֹּׁ־ור עַל־בְּלִילֹו׃
Translit, HAYINHAQ-PERE’ ‘ALEY-DESYE’ ‘IM YIG’EH-SYOR ‘AL-BELILO
11:12 LAI TB, Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liar (PERE’) pun dapat lahir sebagai manusia.
KJV, For vain men would be wise, though man be born like a wild ass’s colt.
Hebrew,
וְאִישׁ נָבוּב יִלָּבֵב וְעַיִר פֶּרֶא אָדָם יִוָּלֵד׃
Translit, VE’ISY NAVUV YILAVEV VE’AYIR PERE’ ‘ADAM YIVALED
24:5 LAI TB, Sesungguhnya, seperti keledai liar (PERE’) di padang gurun mereka keluar untuk bekerja mencari apa-apa di padang belantara sebagai makanan bagi anak-anak mereka.
KJV, Behold, as wild asses in the desert, go they forth to their work; rising betimes for a prey: the wilderness yieldeth food for them and for their children.
Hebrew,
הֵן פְּרָאִים ׀ בַּמִּדְבָּר יָצְאוּ בְּפָעֳלָם מְשַׁחֲרֵי לַטָּרֶף עֲרָבָה לֹו לֶחֶם לַנְּעָרִים׃
Translit, HEN PERA’IM BAMIDBAR YATSE’U BEFO’OLAM MESYAKHAREY LATAREF ‘ARAVAH LO LEKHEM LANE’ARIM
Kata Ibrani ‘פרא – PERE’ jika berdiri sendiri memang dapat bermakna “keledai liar” seperti dalam Ayub 39:5-8, hal ini didukung oleh amanat ayat-ayat itu.
* Ayub 39:5-8
39:8 LAI TB, Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang?
Jewish Publication Society Tanakh, Who hath sent out the wild ass free? Or who hath loosed the bands of the wild ass?
39:5 KJV, Who hath sent out the wild ass free? or who hath loosed the bands of the wild ass?
Hebrew,
מִי־שִׁלַּח פֶּרֶא חָפְשִׁי וּמֹסְרֹות עָרֹוד מִי פִתֵּחַ׃
Translit, MI-SYILAKH PERE’ (פרא) KHAFSYI UMOSROT ‘AROD MI FITEAKH
39:9 Kepadanya telah Kuberikan tanah dataran sebagai tempat kediamannya dan padang masin sebagai tempat tinggalnya.
39:10 Ia menertawakan keramaian kota, tidak mendengarkan teriak si penggiring;
39:11 ia menjelajah gunung-gunung padang rumputnya, dan mencari apa saja yang hijau.
Jenis keledai “PERE'” ini kini dikenal sebagai keledai hutan (‘Equus onager’) dan masih dapat ditemukan di bagian-bagian Asia Barat dan Tengah.
Maka kata ‘פרא – PERE’ mungkin lebih baik diterjemahkan dengan ‘keledai hutan’. karena kata ‘liar’ dalam bahasa Indonesia mempunyai konotasi yang kurang baik.
Kejadian 16:12 di atas menulis פרא אדם ; PERE ADAM bermakna manusia yang bebas mengembara dan berburu di padang pasir. Dalam budaya Yahudi, hal tersebut merupakan pujian atas sifat tangguh (bandingkan gelar bagi salah satu leluhur suku Israel yaitu ISAKHAR, lihat di bawah).
—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
The Ramban interprets פרא אדם in the following way:
The correct interpretation is that פרא אדם is a construct form meaning that he will be a wild-ass man accustomed to the wilderness going forth to his work, seeking for food, devouring all and being devoured by all. (Ramban: Commentary on the Torah, Vol 1, Genesis, Charles Chavel trans., Shilo Publishing House, New York, 1971, p 214.)
Rabbi Hirsch says that a wildman cannot bear constraint. He who has no constraint, will be contrary to and in everyone’s face. We add that constraint here can also be understood as the constraint of reason. Rabbi Hirsch writes
He will quietly take up and maintain his [unreasonable] position in spite of all his brothers. Nobody will be his friend and still nobody will dare to oppose him. (Samson Raphael Hirsch, The Pentateuch, Genesis, Translation and Commentary, Isaac Levy trans., Judaica Press, Ltd, Gatehead 1989, p. 288)
Bibel mencatat, setelah terusir dari rumah atas tuntutan Sarai, Ismail dan ibunya (Hagar) hampir mati kehausan di padang gurun Bersyeba. Karena kesabaran, ketangguhan dan besarnya iman kepada Allah SWT, Ismail AS bisa bertahan hidup di gurun pasir yang panas dengan segala rintangan hidup yang keras. Pengalaman inilah yang membentuk karakternya menjadi sosok yang sabar, tegar, optimis, tawakkal, tegas dan lurus dalam menegakkan prinsip kebenaran.
Malaikat Tuhan pun menunjukkan kepada Hagar sebuah sumur sebagai jawaban atas doa Ismail. Di kemudian hari Ismail tumbuh menjadi seorang pemanah, menikahi seorang wanita Mesir dan memperanakkan 12 orang raja (25:12-16). Buah dari ketangguhan ini, Allah menyertai Ismail hingga dewasa menjadi nabi dan rasul-Nya (Kejadian 21:20).
Tak sedikit kalangan Kristen yang menafsirkan Ishak dan Ismael adalah seteru berdasarkan ayat tersebut, sehingga menurun kepada keturunan mereka di kemudian hari. Anggapan itu tidak benar, sebab kedua saudara itu sama-sama memakamkan ayah mereka, Nabi Ibrahim ketika wafat pada usia 175 tahun (Kejadian 25:7-9). Ini adalah keakraban dua nabi saudara sedarah.
Keakraban ini berlangsung hingga di kemudian hari, salah seorang keturunan Ismail menjadi panglima pasukan Daud (2 Samuel 17:24-25).
Jadi, tuduhan sebagian misionaris Kristen terhadap bangsa Arab, Nabi Muhammad dan umat Islam sebagai kaum keledai liar yang jahat adalah tuduhan yang ngawur dan tidak Alkitabiah.
Berdasarkan Alkitab (Bibel), justru bangsa Yahudilah yang diilustrasikan sebagai binatang buas.
“Yehuda (anak Ishak, pen) adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?” (Kejadian 49:9).
“Lihat, suatu bangsa (Israel, pen), yang bangkit seperti singa betina, dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya, sebelum ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati dibunuhnya” (Bilangan 23:24).
Karena bangsa Yahudi sudah sangat keterlaluan dalam bermaksiat dan berbuat dosa, maka murka Tuhan pun turun sehingga Dia menghancurkan Yahudi seperti melenyapkan bangsa Israel:
“Lalu berfirmanlah TUHAN: “Juga orang Yehuda akan Kujauhkan dari hadapan-Ku seperti Aku menjauhkan orang Israel, dan Aku akan membuang kota yang Kupilih ini, yakni Yerusalem, dan rumah ini, walaupun Aku telah berfirman tentangnya: Nama-Ku akan tinggal di sana!” (2 Raja-raja 23:27).
Isakhar, putra kelima Yakub dari Lea, dikemukakan sebagai seorang yang kuat bagaikan keledai yang kuat dan menyukai ketenangan. Kata yang diterjemahkan keledai adalah חמור – KHAMOR, Kata kuat diterjemahkan dari kata Ibrani גרם – GEREM dan kita dapat mearik pengertiannya disini bahwa Isakhar sepeti “keledai yang bertulang kuat”, bukan mengacu kepada hewan liar dan yang sangat bersemangat menarik perhatian penonton. Justru sebaliknya, istilah ini menujuk kepada seekor hewan beban yang berkekuatan besar yang tunduk kepada kuk yang menyakitkan tanpa mengeluh agar dapat bebas untuk beristirahat dengan nyaman.
————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
an Reguler

Yesus sebagai Nabi, Rasul (Utusan Allah), dan Hamba Allah dalam Alkitab dan Al-Qur’an (Mohon dibaca sampai selesai)

 

-Yesus adalah seorang nabi

 

A. Matius 13: 57 versi Paralel

1. Terjemahan Baru (1974)

 

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya  sendiri dan di rumahnya.”

 

2. AYT Draft

 

Dan, mereka tersinggung oleh-Nya. Namun, Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi bukannya tidak dihormati, kecuali di tempat asalnya dan di rumahnya sendiri.”

 

3. TL (1954) ©

 

Maka mereka itu menaruh syak akan Dia. Tetapi kata Yesus kepada mereka itu, “Seorang nabi bukannya tiada berhormat, kecuali di dalam negerinya dan di dalam rumahnya sendiri.”

 

4. BIS (1985) ©

 

Maka mereka menolak Yesus. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di kampung halamannya dan di rumahnya sendiri.”

 

5. MILT (2008)

 

Dan mereka tersandung oleh-Nya. Dan YESUS berkata kepada mereka, “Seorang nabi bukannya tiada berkehormatan, kecuali di tanah asalnya dan di rumahnya sendiri.”

 

6. Shellabear 2000 (2000)

 

Mereka semua meragukan-Nya. Tetapi sabda Isa kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di kota asalnya dan di rumahnya.

 

 

B. Lukas 24: 19

 

1. Shellabear Draft

 

Maka kata Isa kepadanya, “Perkara yang mana kah itu?” Maka katanya kepadanya, “Dari hal Isa orang Nazaret, yaitu seorang nabi yang berkuasa pekerjaannya dan perkataannya di hadapan Allah dan di hadapan segenap kaum ini; -Lukas 24: 19 Shellabear Draft

 

2.  GOD’S WORD® Translation

“What happened?” he asked. They said to him, “We were discussing what happened to Jesus from Nazareth. He was a powerful prophet in what he did and said in the sight of God and all the people.

 

3. Aramaic Bible in Plain English

 

He said to them, “What thing?” They were saying to him, “Concerning Yeshua, who was from Nazareth, a man who was The Prophet mighty in word and in deed before God, and before the whole nation.

 

4. King James Bible

And he said unto them, What things? And they said unto him, Concerning Jesus of Nazareth, which was a prophet mighty in deed and word before God and all the people:

 

5. Darby Bible Translation

And he said to them, What things? And they said to him, The things concerning Jesus the Nazaraean, who was a prophet mighty in deed and word before God and all the people;

 

C.  Matius 21: 11

 

1. TB (1974) ©

 

Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea .

 

2. Shellabear 2000 (2000)

 

Jawab orang banyak yang mengiringi Isa, “Dialah Isa, nabi dari kota Nazaret, di wilayah Galilea.”

 

 

-Yesus adalah seorang rasul/utusan Allah

 

A. Ibrani 3: 1

 

1. Versi Ende

 

Djadi, saudara-saudara kudus, kamu sekalian jang mempunjai bagian dalam panggilan surgawi, pandanglah kepada Utusan Allah dan Imam-agung kita, jaitu Jesus,-Ibrani 4: 1 Ende

 

2. Jawa 1994

 

Para sedulurku sing padha dadi kagungané Gusti Allah, merga katimbalan déning Panjenengané! Padha rasak-rasakna bab Gusti Yésus, kang kautus déning Gusti Allah, supaya jumeneng Imam Agung manut sahadat kita.

 

3. Bugis

 

Saudara-saudara pada-padatta Kristéng iya puraé riyobbito ri Allataala! Coba pikkiri’i malamul-lamung passalenna iyaé Yésus! Allataala suroi Aléna banna untu’ mancaji Imang Lompo ri laleng agama iya riyaccowériyé.

 

4. Makassar

 

Sikamma sari’battangku, parangku tu Karisteng, nikioka tommo ri Allata’ala! Alle sai pikkiri’ baji’-baji’ anne ri sesena Isa! Nisuromi ri Allata’ala untu’ a’jari Imang Malompo lalang ri agamata.

 

5. New Living Translation

 

And so, dear brothers and sisters who belong to God and are partners with those called to heaven, think carefully about this Jesus whom we declare to be God’s messenger and High Priest. -Hebrew 3: 1 New Living Translation

 

6. English Standard Version

 

Therefore, holy brothers, you who share in a heavenly calling, consider Jesus, the apostle and high priest of our confession, -Hebrew 3: 1 English Standard Version

 

B. Yohanes 17: 3

 

1. TB (1974)

 

Inilah hidup yang kekal   itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,   satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

 

2. Bahasa Indonesia Sehari-hari (1985)

 

Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa.

 

3. Shellabear 2000 (2000)

 

Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau sebagai satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Isa Al Masih yang telah Engkau utus.

 

Hamba Tuhan VS Putra Tuhan

A.  Kisah Para Rasul 3:26

1. TB (1974)

 

Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan  Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu

 

2. MILT (2008)

 

Pertama-tama bagimu, Allah , yang telah membangkitkan Putra-Nya, YESUS, Dia mengutus-Nya untuk memberkati kamu, ketika setiap orang dari antaramu berbalik dari kejahatan-kejahatan.”

 

3. Shellabear 2000 (2000)

 

Jadi, bagi kamulah pertama-tama Allah mengangkat dan mengutus Sang Anak yang datang daripada-Nya, supaya Ia melimpahkan berkah-Nya kepadamu dengan membuat kamu bertobat dari cara hidupmu yang jahat.”

 

4. King James Version

 

Unto you first God, having raised up his SON Jesus, sent him to bless you, in turning away every one of you from his iniquities.

 

5. New King James Version

 

To you first, God, having raised up His SERVANT Jesus, sent Him to bless you, in turning away every one of you from your iniquities.

 

Al Qur’an

 

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,  (Maryam: 30)

 

Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah, kalimat-Nya yang Ia kirimkan kepada Maryam, dan juga roh dari-Nya.” (An-Nisaa’: 171)

 

Dan (Allah jadikan Isa) sebagai Rasul (yang diutus) kepada Bani Israil (dan berkata kepada mereka), “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa ayat (mukjizat) dari Rabb-mu.” (Ali ‘Imran: 49)

 

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? [QS.AT TAWBAH:30]