oleh Mahrus Ali
Ada yang mengatakan

Dia diserahi tugas meniup sangkakala atas perintah Rabb-nya dengan tiga kali tiupan. Pertama adalah tiupan keterkejutan, tiupan kedua adalah tiupan kematian dan tiupan ketiga adalah tiupan kebangkitan.

. Aisyah di tanya tentang iftitah Rasulullah saw waktu salat malam, beliau menjawab  :”  Rasul  membaca  :

اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ِاهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Allohumma  rabba  jabroo`il  wamiikaa`il wa isfroofiil faathirossamaawaati wal ardhi  aalimal ghoibi wassyahaadah anta tahkumu baina ibaadika fiima kaanuu fiihi yakhtalifuun ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi`idznika innaka tahdii man tasyaa`u ilaa shirootim mustaqim

Ya Allah ! Tuhan Jibril, Mikail, Israfil, Pencipta langit dan bumi, Maha Mengetahui  perkara gaib dan yang nyata. Engkau yang memutuskan  antara  hamba – hambaMu  tentang  perbedaan pendapat mereka. Tunjukkan aku yang benar diantara masalah hilafiyah dengan izinMu. Sesungguhnya  Engkau menunjukkan  orang yang  Engkau kehendaki  ke jalan yang lurus . [1]

Israfil juga ikut perang .

1192 – حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ أَبِي عَوْنٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ الْحَنَفِيِّ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ 

قِيلَ لِعَلِيٍّ وَلِأَبِي بَكْرٍ يَوْمَ بَدْرٍ مَعَ أَحَدِكُمَا جِبْرِيلُ وَمَعَ الْآخَرِ مِيكَائِيلُ وَإِسْرَافِيلُ مَلَكٌ عَظِيمٌ يَشْهَدُ الْقِتَالَ أَوْ قَالَ يَشْهَدُ الصَّفَّ 

…………… dari Ali  ra  berkata : Di katakan kepada Ali dan  Abu bakar  pada hari perang Badar . Salah satumu di ikuti Jibril dan yang lain bersama Mikail . Sedang Israfil adalah malaikat besar yang ikut perang  atau perawi berkata  : Ikut dalam barisan . HR Ahmad 3/198

Al albani menyatakan hadis tsb  sahih , lihat dalam al sahihah 3241 

Israfil datang untuk memberi pilihan pada Nabi SAW  sebagaimana hadis :

0 – حَدَّثَنَا أَبُو شُعَيْبٍ , حَدَّثَنَا يَحْيَى بن عَبْدِ اللَّهِ الْبَابْلُتِّيُّ , حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بن نَهِيكٍ , قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بن قَيْسٍ الْمَدَنِيَّ , يَقُولُ: سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ , يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ

سَلَّمَ , يَقُولُ:لَقَدْ هَبَطَ عَلَيَّ مَلَكٌ مِنَ السَّمَاءِ مَا هَبَطَ عَلَى نَبِيٍّ قَبْلِي , وَلا يَهْبِطُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ بَعْدِي , وَهُوَ إِسْرَافِيلُ وَعِنْدَهُ جِبْرِيلُ , فَقَالَ: السَّلامُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ , ثُمَّ قَالَ: أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ إِلَيْكَ أَمَرَنِي أَنْ أُخْبِرَكَ إِنْ شِئْتَ نَبِيًّا عَبْدًا , وَإِنْ شِئْتَ نَبِيًّا مَلَكًا , فَنَظَرْتُ إِلَى جِبْرِيلَ فَأَوْمَأَ جِبْرِيلُ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعْ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ: نَبِيًّا عَبْدًا , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ أَنِّي قُلْتُ نَبِيًّا مَلَكًا , ثُمَّ شِئْتُ لَسَارَتِ الْجِبَالُ مَعِيَ ذَهَبًا.

 

……………….Ibnu Umar ra  berkata : Aku mendengar Nabi SAW  bersabda : Sungguh malaikat dari langit  turun padaku yang tidak pernah seorang nabi didatangi malaikat tsb , juga tidak turun setelah aku . Dia adalah Israfil yang di dampingi Jibril . Dia berkata :

Assalamu alaik ya muhammad !

Kemudian berkata : Aku adalah utusan Tuhanmu kepadamu  untuk memberi tahu padamu bila kamu mau menjadi nabi yang hamba , atau bila kamu mau , kamu menjadi nabi dan raja .

Aku melihat Jibril lalu dia   berisarat agar aku  merendah diri

Saat itu , nabi berkata : Jadi nabi yang hamba saja

Nabi SAW  bersabda : Bila aku memilih nabi yang menjadi raja , maka bila aku mau maka gunung – gung  akan menjadi emas yang berjalan bersamaku . [2] 

Ali bin Abu Bakr al-Haitsamy berkata ;  

رَوَاهُ الطَّبْرَانِي وَفِيْهِ يَحْيَى بْنُ عَبْدِاللهِ الْبَابُلِّتِى وَهُوَ ضَعِيْفٌ.

HR Thabrani namun sanadnya terdapat Yahya bin Abdillah al bulliti  yang lemah [3].

Jadi ia tidak bisa di buat hujjah .

Israfil peniup trompet ?

–         قُرِئَ عَلَى أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيِّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ شَابُورَ، أَنْبَأَ أَبُو رَافِعٍ الْمَدِينِيُّ إِسْمَاعِيلَ بْنَ رَافِعٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ الله صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي طَائِفَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ : « إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لمَاَّ فَرَغَ مِنْ خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ خَلَقَ الصُّوْرَ ، فَأَعْطَاهُ إِسْرَافِيْلَ فَهُوَ وَاضِعُهُ عَلَى فِيْهِ شَاخِصًا بَصَرَهُ إِلَى الْعَرْشِ يَنْتَظِرُ مَتَى يُؤْمَرُ » فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، وَمَا الصُّوْرِ ؟ قَالَ : « قَرْنٌ » قَالَ : قُلْتُ : وَكَيْفَ هُوَ ؟ قَالَ : « قَرْنٌ عَظِيْمٌ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ عَظْمَ دَائِرَةٍ فِيْهِ كَعَرْضِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ يَنْفَخُ فِيْهِ ثَلاَثَ نَفَخَاتٍ : اْلأُوْلَى نَفْخَةُ اْلفَزَعِ ، وَالثَّانِيَةُ نَفْخَةُ الصَّعْقِ ، وَالثَّالِثَةُ نَفْخَةُ اْلقِيَامِ ِلرَبِّ اْلعَالَمِيْنَ » ذَكَرَ الْحَدِيْثَ بِطُوْلِهِد

Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah SAW  bercerita kepada kami bersama segolongan para sahabat, lalu bersabda : Sesungguhnya Allah azza wajal ketika selesai menciptakan langit dan bumi , menciptakan sangkakala . Lalu di berikan kepada Israfil . Dan beliau meletakkan di mulutnya dengan memandang ke Arasy , menanti kapan di peerintahkan .

Aku bertanya  : Wahai Rasulullah SAW , apakah sangka kala  itu ?

Beliau menjawab :  Tanduk

Abu Hurairah berkata : Aku bertanya : Bagaimanakah itu .

Rasulullah SAW  bersabda : Tanduk yang amat besar . Demi Tuhan yang jiwaku di tanganNya , sesungguhnya  besar  lobangnya  sama dengan lebarnya langit – langit dan bumi . Beliau meniup tiga kali .  1. Tiupan untuk menakutkan . 2. Tiupan yang membikin manusia mati . 3. Tiupan kebangkitan menuju  Allah Tuhan seru sekalian alam . Abu Hurairah menyebut hadis ini sangat panjang . [4] hadis lemah

–    وَرُوِىَ مِنْ طَرِيْقٍ أُخْرَى مَدَارُهَا عَلَى إِسْمَاعِيْلَ بْنِ رَافِعٍ الْمَدَنِي، وَقَدْ ضَعَّفَهُ اْلأَئِمَّةُ وَتَرَكَهُ الدَّارُ قُطْنِي.

–    وَقاَلَ ابْنُ عَدِي: “أَحَادِيْثُهُ كُلُّهَا مِمَّا فِيْهِ نَظَرٌ”.

Di riwayatkan dari jalan lain , pada pokoknya  masalah kelemahan  nya adalah pada perawi bernama  Ismail bin Rafi` al madani . Sungguhnya banyak imam yang melemahkannya dan di tinggalkan oleh Daroquthni .

Ibnu Adi berkata : Seluruh hadisnya  masih perlu di kaji ulang .

Ibnu Katsir berkata :

بَعْضُ أَلْفَاظِهِ نَكَارَةٌ. تَفَرَّدَ بِهِ إِسْمَاعِيْلُ بْنُ رَافِعٍ قَاصُّ أََهْلِ الْمَدِيْنَةِ، وَقَدْ اخْتُلِفَ فِيْهِ، فَمِنْهُمْ مَنْ وَثَّقَهُ، وَمِنْهُمْ مَنْ ضَعَّفَهُ، وَنَصَّ عَلَى نَكَارَةِ حَدِيْثِهِ غَيْرُ وَاحِدٍ مِنَ اْلأَئِمَّةِ، كَأَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، وَأَبِي حَاتِمٍ الرَّازِي، وَعَمْرُو بْنِ عَلِي الْفَلاَّسِ، وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ فِيْهِ: هُوَ مَتْرُوْكٌ. وَقَالَ ابْنُ عَدِي: أَحَادِيْثُهُ كُلُّهَا فِيْهَا نَظَرٌ إِلاَّ أَنَّهُ يُكْتَبُ حَدِيْثُهُ فِي جُمْلَةِ الضُّعَفَاءِ.

Sebagian kalimat – kalimatnya nyeleneh . Hanya Ismail bin Rafi` yang meriwayatkannya  – Dia dalang penghuni Medinah . Dia masih hilaf . Di kalangan  ulama  ada yang percaya padanya  . Di kalangan mereka juga ada yang melemahkannya . Tidak hanya satu imam yang menyatakan riwayatnya   nyeleneh dan mungkar  seperti Imam Ahmad bin Hambal , Abu hatim al razi , Amar bin Ali al fallas . Di antara mereka ada yang berkata : Ismail adalah perawi yang di tinggalkan ulama .

Ibnu Ady berkata : Hadis – hadisnya masih perlu di kaji ulang , hanya saja boleh di tulis lalu  di koleksi dalam  hadis perawi – perawi lemah . [5]

Ibnu Katsir berkata :

–    هَذَا حَدِيْثٌ [مَشْهُوْرٌ] وَهُوَ غَرِيْبٌ جِدًّا، وَلِبَعْضِهِ شَوَاهِدُ فِي اْلأَحَادِيْثِ الْمُتَفَرِّقَةِ

Ini hadis populer tapi sangat nyeleneh . Sebagian nya  masih di dukung dengan hadis – hadis lain  yang berpisah pisah . [6]

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Tentang perawi bernama Ismail bin Rafi` menurut Ibnu hajar lemah .

Dzahabi menyatakan : Dia lemah dan pelupa .Bahkan Imam Nasai menyatakan  , dia perawi yang di tinggalkan  . Jadi menurut beliau hadis tsb palsu .

Hadis tersebut menyatakan bahwa peniupan tiga kali dan ini bertentangan dengan ayat :

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).[7]

Ayat tersebut menjelaskan bahwa peniupan sangka kala dua kali . Tiupan pertama mahluk di langit dan bumi  sama mati . Dan tiupan kedua mereka sama bangkit . Jadi tidak ada  tiupan ketiga  . Lihat pula hadis sbb :

فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ لَهُمُ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلَا تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا تَأْمُرُنَا فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ رِزْقُهُمْ حَسَنٌ عَيْشُهُمْ ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا وَرَفَعَ لِيتًا قَالَ وَأَوَّلُ مَنْ يَسْمَعُهُ رَجُلٌ يَلُوطُ حَوْضَ إِبِلِهِ قَالَ فَيَصْعَقُ وَيَصْعَقُ النَّاسُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ أَوْ قَالَ يُنْزِلُ اللَّهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوِ الظِّلُّ نُعْمَانُ الشَّاكُّ فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ ( وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ ) قَالَ ثُمَّ يُقَالُ أَخْرِجُوا بَعْثَ النَّارِ فَيُقَالُ مِنْ كَمْ فَيُقَالُ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ قَالَ فَذَاكَ يَوْمَ ( يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا ) وَذَلِكَ ( يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ )

Lantas manusia terjelek  yang masih hidup,mereka cekatan seperti  burung terbang , angan – angan mereka laksana binatang buas , tidak menganggap baik perkara yang  ma`ruf, tidak ingkar kepada kemungkaran ,lalu setan  menjelma seraya berkata :”Mengapa kamu tidak mau mengabulkan ? “. Mereka  berkata  : “ Apakah yang engkau perintahkan untuk kami  ? “.  Setan memerintah mereka agar menyembah berhala .  Saat itu   rizeki mereka lancar , kehidupannya juga mewah ,lantas sangkakala  ditiup , setiap orang mendengarkan dengan mengarahkan lehernya ke kanan  atau kekiri.

Permulaan lelaki yang mendengarkan adalah lelaki yang sedang memperbaiki kolam  untanya  . Dia meninggal dunia lalu orang lain menyusul . Lantas  Allah menurunkan hujan seperti  embun ,lalu tubuh manusia sama tumbuh  , sangkakala ditiup  dan mereka sama berdiri dengan mata memandang .

Di katakan : “ Wahai manusia pergilah ke Tuhanmu “.

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ

Hentikan mereka  , sesungguhnya mereka di tanyai .

Dikatakan  kepada malaikat :”  Keluarkan  golongan yang akan dikirimkan ke  neraka  ! “.

Dikatakan :”Berapakah ? “.

Dijawab  :”  Setiap seribu orang , kirimkan 999 orang ke  neraka  “.  Itulah hari :

يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

Saat itu anak – anak  muda  beruban .

Saat itu pula :

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ

Pada hari itu , betis Allah dibuka .[8]

Ada hadis lagi  sbb :

– حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الطِّهْرَانِيُّ، أَنْبَأَ حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، ثنا الْحَكَمُ بْنُ أَبَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، فِي قَوْلِهِ:  ” وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ” ، قَالَ:”الصُّورُ مَعَ إِسْرَافِيلَ فِيهِ أَرْوَاحُ كُلِّ شَيْءٍ تَكُونُ فِيهِ، ثُمَّ يَنْفُخُ فِيهِ الصَّاعِقَةَ، فَإِذَا نَفَخَ نَفْخَةَ الْبَعْثِ، قَالَ اللَّهُ: بِعِزَّتِي لَيَرْجِعَنُّ كُلُّ رُوحٍ إِلَى جَسَدِهِ وَدَارِهِ… أَعْظَمُ مِنْ سَبْعِ سَمَاوَاتٍ وَمَنَ الأَرْضِ، قَالَ: فَخَلَقَ الصُّورَ عَلَى فِي إِسْرَافِيلَ وَهُوَ شَاخْصٌ بَصَرَهُ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فِي الصُّورِ”

Ikrimah berkata  tentang firman Allah : Dan di tiuplah sangka kala .

Beliau berkata : Sang ka kala berada di Israfil . Di dalamnya terdapat roh segala sesuatu , lalu  meniup untuk mematikan . Bila  dia telah meniup untuk kebangkitan , maka  Allah berfirman : Hendaklah setiap roh itu kembali ke tubuhnya dan rumahnya . Ia lebih besar  dari pada  tujuh langit dan dari pada bumi.

Ikrimah berkata : Jadi Allah menciptakan  sangkakala  di mulut Israfil . Dan  dia selalu memandang ke Arasy  sambil menanti kapan di perintah untuk meniup sangkakala . [9]

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Ia mursal , bukan perkataan Nabi SAW  tapi perkataan Ikrimah . Dan tidak boleh di buat pegangan , nanti akan menyesatkan .

Muhammad Syamsul haq Al adhim  berkata :

–    أَخْرَجَ سَعِيد بْن مَنْصُور وَأَحْمَد وَالْحَاكِم وَصَحَّحَهُ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي الْبَعْث عَنْ أَبِي سَعِيد الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِسْرَافِيل صَاحِب الصُّور وَجِبْرِيل عَنْ يَمِينه وَمِيكَائِيلُ عَنْ يَسَاره وَهُوَ بَيْنهمَا ، كَذَا فِي الدُّرّ الْمَنْثُور

Said bin Manshur , Ahmad  , Al Hakim dan beliau menyatakan sahih , al baihaqi  dalam kitab al ba`ts dari Abu said al Khudri  berkata : Rasulullah SAW  bersabda : Israfil pemegang sangka kala , Jibril berada di kanannya dan Mikail berada di kirinya  dan dia di antara keduanya . Demikian dalam kitab addurrul mantsur . [10]

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Imam Suyuthi dalam Durrul mantsur tidak menyertakan sanadnya hingga sulit di nilai keabsahan hadis tsb . Saya katakan sahih , takut – takut lemah . Saya katakan lemah , takut – takut sahih . Jadi saya cari di kitab – kitab hadis dan tafsir saya tidak menjumpainya , lalu bagaimanakah pernyataan beliau bahwa Said bin manshur , Ahmad , Al hakim  dan Al baihaqi meriwayatkannya . Saya jenuh sekali mencarinya dan tidak mendapatkan data tersebut . Ini kekeliruan yang sungguh dan jangan di ulang.

حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ عُمَرَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَازِمٍ قَالَ ذُكِرَ كَيْفَ قِرَاءَةُ جِبْرَائِلَ وَمِيكَائِلَ عِنْدَ الْأَعْمَشِ فَحَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَعْدٍ الطَّائِيِّ عَنْ عَطِيَّةَ الْعَوْفِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاحِبَ الصُّورِ فَقَالَ عَنْ يَمِينِهِ جِبْرَائِلُ وَعَنْ يَسَارِهِ مِيكَائِلُ

…………….Dari Abu said al Khudri berkata : Rasulullah SAW  menyebut pemegang sangkakala , lalu berkata : Di sebelah kanannya  Jibril dan kirinya  Mikail .[11]

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Bila hadis tsb sahih , maka bisa di buat hujjah , bahwa  peniup sangkakala adalah malaikat bukan Allah , berhubung ia lemah karena perawi bernama Athiyah al aufi adalah syi`ah , mudallis dan sering keliru .

Abu Isa  berkata : Hadis tsb hasan .

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Kebanyakan ulama menyatakan komentar Tirmidzi hasan ber arti lemah .

Al albani menyatakan  sahih lihat as sahihah 2079 , sahih al jami` 4592 .

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Sekalipun di katakan sahih , sanadnya sama yaitu dari jalur perawi syi`ah dan mudallis tadi . jadi kita lebih baik pilih yang lebih selamat dan hati – hati .

Ada hadis lagi sbb :

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنِ الْعَوْفِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الصُّورِ قَدْ الْتَقَمَ الصُّورَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ وَأَصْغَى سَمْعَهُ يَنْتَظِرُ مَتَى يُؤْمَرُ

…………….Dari Abu Said al khudri , sesungguhnya Nabi SAW  bersabda : Bagaimanakah aku merasa nikmat sedang pemegang sangkakala telah menaruh sangkakalanya di mulut dan menundukkan dahinya , lalu mendengarkan dengan sungguh , menanti kapan di perintahkan, [12]

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Hadis tsb juga lemah karena ada perawi bernama al aufi yang lemah tadi. Setahu saya hadis tsb hanya imam Ahmad dan Tirmidzi yang meriwayatkannya dan tiada penyusun kitab hadis lain yang melakukannya. Nman seluruh jalur periwayatan dari satu orang yang lemah.

Ibnu Katsir berkata :

Rasulullah SAW  bersabda :

إِنَّ إِسْرَافِيْلَ قَدْ اِلْتَقَمَ الصُّوْرَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ يَنْتَظِرُ مَتَى يُؤْمَر فَيَنْفُخُ .

رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِي صَحِيْحِهِ

Sesungguhnya Israfil menelan sangkakala dan menundukkan dahinya  untuk menanti kapan di perintahkan , lalu meniupnya . HR Muslim  dalam kitab sahihnya  ( Tafsir ibnu Katsir 5/137 )

Komentarku (Mahrus Ali ) :

Setahu saya apa yang di katakan oleh Ibnu Katsir dalam kitab Tafsirnya itu tidak benar, sebab hadis tsb tidak di riwayatkan oleh Muslim , tapi Imam Ahmad dan Tirmidzi . BIla ingin jelas bacalah dlm buku MUsytasyar Nu membedah tauhid terbitan laa tasyuk press atau dengarkan CD pengajianku atau telp 03192153325

[1] Muslim  770

[2] HR Thabrani 10/482

[3] Majmauz zawaid

[4] Tafsir ibnu Abi Hatim 11/210

[5] Tafsir ibnu katsir 3/288

[6] Tafsir Ibnu Katsir 3/287

[7] Az Zumar 68

[8] HR Muslim 2940

[9] Tafsir Ibnu Abi Hatim 11/211

[10] Aunul ma`bud 9/22

[11] HR Abu Dawud 3999 . HR Ahmad 10685

[12] HR Ahmad 11299